Home » Berita » Trimedya Berharap Tidak Ada Lagi Penentuan Tersangka Lewat Voting - Trijaya FM Palembang

Trimedya Berharap Tidak Ada Lagi Penentuan Tersangka Lewat Voting

Jakarta, BP–Anggota DPR RI Trimedya Panjaitan mengatakan, Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang sedang digodok pihak istana berjumlah lima orang. Mereka yang dipilih diharapkan bisa mengayomi KPK dan ke depan tidak ada lagi penentuan tersangka melalui voting.
“Kelima Dewas KPK nanti diharapkan dari berbagai kalangan, tokoh masyarakat, akademisi, wartawan dan ahli hukum. Sebab, tugas Dewas harus bisa mengayomi KPK,” ujar Trimedya di ruangan wartawan DPR, Jakarta, Kamis (7/11).
Yang jelas, kata Trimedya, keberadaan Dewas diperlukan untuk mengawasi kinerja KPK yang dikenal sebagai superbody.
Trimedya juga berharap ke depan penentuan tersangka oleh KPK tidak lagi lewat voting, melainkan aklamasi dengan dasar hukum yang kuat serta memiliki dua alat bukti.
“Kita berharap pimpinan baru KPK di bawah komando Firly bisa menyesuaikan ritme kerja di KPK,” tegasnya.
Mantan Wakil Ketua Komisi Yudisial, Abbas Said menegaskan, keberadaan Dewas sangat diperlukan untuk memberikan dorongan moral kepada KPK.
“Jika ada yang menilai keberadaan Dewas hanya untuk melemahkan KPK bisa aja demikian. Tapi jangan curiga dulu, mari kita lihat kinerjanya apakah benar demikian,” kata Abbas sambil menambahkan, KPK perlu mengeluarkan SP3. Karena ada seorang tersangka yang sudah meninggal masih tersangka. “Coba bayangkan, bagaimana perasaan anak istri dari tersangka tersebut. Makanya saya anggap perlunya SP3 di KPK,” tutur Abbas.
Dikatakan, keberadaan Dewas KPK nanti bukan sekadar ikut aturan namun perlu meningkatkan kafasitas moral. KPK perlu mensosialisasikan kepada masyarakat agar membantu KPK memberantas korupsi.
“Tugas KPK bukan semata-mata menangkap koruptor lebih banyak, tetapi lebih kepada pencegahan,” paparnya.#duk

Beri komentar