Home » Berita » Pilkada OKUS : Popo Ali - Sholehien Belum Dapat Lawan Sepadan - Trijaya FM Palembang

Pilkada OKUS : Popo Ali – Sholehien Belum Dapat Lawan Sepadan

OKUS – Duet pasangan bupati dan wakil bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasiri diprediksi bakal kembali unggul di Pilkada 23 September 2020. Keinginan masyarakat untuk berpasangan kembali bupati dan wakil bupati yang saat ini berpasangan dalam perhelatan pesta demokrasi mendatang masih sangat tinggi.

Antusias masyarakat terhadap dua pasangan incumbent dan wakil incumbent ini untuk berduet kembali dalam memimpin Kabupaten OKUS kedepan sangat diharapkan.

Hal ini dikemukakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI), Arianto ketika dibincangi awak media, Minggu (5/1/2028).
Dari temuan survei akhir bulan Desember 2019, secara elektoral, nama Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir kalau berpasangan kembali pada pemilukada mendatang sudah memenuhi angka elektabilitas diatas angka tataran psikologis , yakni diatas 75 %.

Untuk angka yang pastinya saya lupa. Dalam artian statistik, angka tersebut dapat dikatagorikan unggul signifikan. Tarikan elektabilitas duet Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir interval elektabilitasnya jauh dibandingkan calon-calon lainnya yang akan maju di pemilukada Kabupaten OKU.

“Dari uji simulasi pasangan calon juga kita lakukan, hasilnya elektabilitas Popo Ali Martopo-Sholehien Abuasir tetap unggul signifikan dari pasangan calon lainnya. Demikian juga dengan tingkat keinginan masyarakat untuk berpasangan kembali Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir, angkanya juga diatas 81 % lebih ,”terang lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini dengan lantang.

Lebih lanjut lelaki yang biasa disapa dengan nama Iyan ini menjelaskan, dari temaun survei yang dilakukan LKPI, tingkat kepuasaan masyarakat terhadap kinerja Popo Ali Martopo-Sholehien Abuasir selama memimpin Kabupaten OKUS yang cukup tinggi. Tentunya ini merupakan modal yang kuat untuk dipilih kembali masyarakat.

Capaian angka tingkat kepuasan yang diatas 79 % dan ditopang dengan bisa merealisasikan janji-janji kampanyenya juga merupakan pondasi yang kuat dalam menarik elektoral di masyarakat.

Masyarakat menilai realisasi janji-janji kampanye yang telah dilakukan oleh Popo Ali Martopo-Sholehien Abuasir selama memimpin Kabupaten OKUS sangat baik, yakni di atas 79 % lebih.

“Dua faktor yang sangat kuat dipilih kembali pasangan Popo Al Martopo-Sholehien Abuasiri yakni realisasi janji-janji kampanyenya dinilai sudah dipenuhi dan tentunya berimbas dengan tingkat kepuasan masyarakat yang sangat tinggi selama memimpin kabupaten OKUS yang juga dinilai berhasil. Dalam studi ilmu perilaku pemilih dan pengalaman survei yang LKPI lakukan, dua faktor ini sangat potensial untuk terpilih kembali dalam pertarungan pemilukada bagi calon yang akan maju kembali,” terang mantan auditor survei konvensi calon presiden partai Demokrat ini.

Lebih lanjut lelaki yang dulunya tergabung dalam Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini menambahkan, untuk tingkat popularitas dan akseptabilitas, Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir sudah tidak bermasalah. Popularitas dan akseptabilitas dua calon ini angkanya sudah tidsak diragukan lagi dan berbanding lurus (linear). Dengan kata lain, antara tingkat kedikenalan (popularitas) dan kedisukaan (akseptabilitas) Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir sangat baik.

Dua faktor ini juga lanjut lelaki yang gemar memakai baju batik ini mengatakan merupakan modal awal yang besar yang dimiliki dua pasangan tersebut untuk dipilih masyarakat kembali.

“Kalau popularitas dan akseptabilitas Popo Al Martopo-Sholehien Abuasir sudah tidak ada masalah lagi, angkanya diatas 93 % dan tertinggi dibandingkan calon lainya. Kandidat baru akan dipilih masyarakat karena mereka dikenal, disukai dan baru dipilih. Modal awal ini sudah dimiliki oleh Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir. Tentunya, capaian angka ini didapat pasti dengan kerja keras calon dimasyarakat, bukan barang yang mudah,”ungkap peneliti utama Benua Institute yang pernah menangani survei partai Golkar untuk calon pilkada di Indonesia ini

Ditambahkan Iyan, dari sebaran partai politik ke pemilih calon dan demografi pemilih, pasangan Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir sangat dominan tarikan elektoralnya. Sebaran partai politik ke dua nama ini sangat dominan, baik dari partai PDI-P, Golkar, Nasdem, Demokrat, PAN, Gerindra, PKB, Hanura dan PKS. Demikian juga dengan demografi pemilih, baik dari tingkat penghasilan, pendidikan, suku, pekerjaan dan gender juga sangat dominan memilih pasangan Popo Ali Martopo –Sholehien Abuasir.

“Bukan tidak mungkin duet Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir tidak ada lawan di pemilukada yang akan digelar 23 September 2020. Dilihat dari faktor-faktor keterpilihan calon, duet pasangan ini sangat kuat elektabilitasnya dan ini sangat sulit disalip dengan calon lainnya,” tandas Iyan dengan lantang.(Rilis)

Beri komentar