Home » Berita » Ini Dia Babak Baru Persoalan KSP Indosurya Cipta - Trijaya FM Palembang

Ini Dia Babak Baru Persoalan KSP Indosurya Cipta

JAKARTA – Persoalan polemik investasi pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta memasuki babak baru. KSP Indosurya Cipta mendadak viral karena persoalan tagihan nasabah yang mencapai 10 triliun yang hingga saat ini belum terbayarkan.

Rapat Kreditor Pertama di Pengadilan Niaga Jakarta (Foto : Istimewa)

Terkait hal ini, Jumat (8/5/2050) di Pengadilan Niaga Jakarta pusat diselenggarakan Rapat Kreditor Pertama proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta.

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta dinyatakan dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) tanggal 29 April 2020 oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Akibat dari putusan PKPU tersebut, KSP Indosurya Cipta diharuskan menyampaikan Rencana Perdamaian kepada seluruh kreditornya.

Salah satu Pengurus yang diangkat oleh Pengadilan dalam proses PKPU KSP Indosurya Cipta Muhamad Arifudin, SH, MH pada saat dikonfirmasi membenarkan bahwa hari ini adalah Rapat Kreditor Pertama. Namun ketika dimintakan beberapa pertanyaan perihal proses ini pihaknya saat ini belum dapat memberikan komentar apapun. “Nanti ya, ini prosesnya masih panjang”, ujarnya.

Senada juga yang disampaikan oleh Pengurus lainnya Martin Patrick Nagel, SH, MH. “Kita belum dapat memberikan komentar apapun mengenai ini ,”kata Dia.

Diketahui sampai dengan Rapat Kreditor Pertama, kreditor yang mengajukan tagihan sebanyak 265 orang dengan total tagihan lebih dari 700 Miliar.

Sedangkan batas akhir pengajuan tagihan yang ditentukan pengadilan adalah sampai dengan 15 Mei 2020 berdasarkan pengumuman yang dituangkan di media massa terkait persoalan ini.

Berdasarkan penetapan hakim pengawas Nomor : 66/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jakarta Pusat menyebutkan proses PKPU ini dibagi dalam enam tahap mulai dari rapat kreditor pertama pada 8 Mei 2020 dan batas akhir pengajuan tagihan pada 15 Mei 2020. Dilanjutkan rapat pencocokan piutang pada 20 Mei 2020.

Sementara rapat pembahasan rencana perdamaian tanggal 29 Mei 2020 kemudian rapat pemungutan suara (voting) rencana perdamaian pada 5 Juni 2020 sedangkan sidang permusyawaratan majelis hakim pada 12 Juni 2020.(FK)

Beri komentar