Home » Berita » Potensi Hujan Terjadi Saat Lebaran - Trijaya FM Palembang

Potensi Hujan Terjadi Saat Lebaran

Palembang – Bulan Mei ini Propinsi Sumatera Selatan memasuki masa pancaroba yaitu masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau. Proyeksi dari divisi klimatologi, stasiun meteorologi SMB II Palembang bulan depan atau Juni, Sumatera Selatan akan memasuki musim kemarau.

Ini diungkapkan oleh Kepala Stasiun Meteorologi  Kelas II SMB II  Palembang, Desindra Deddy Kurniawan, Jumat (22/5) via telpon. Ia mengatakan di masa transisi ini, potensi terjadinya hujan, angin kencang dan puting beliung sangat besar.

“Hujan, angin kencang dan puting beliung berpotensi terjadi karena kondisi atmosfer yang tidak stabil,” jelasnya.

 “Kita (Sumatera Selatan) masih dalam masa transisi,” ujar Indra – sapaan Desindra.

Menurut Indra, saat ini muncul tropical cyclone di sebelah barat sumatera. Walaupun jauh tapi dampaknya membuat wilayah Sumatera Selatan menjadi daerah belokan angin.

“Belokan angina ini menyebabkan pertumbuhan awan-awan hujan maupun awan CB (cumulonimbus)”, jelas Indra.

Ia menambahkan, di Sumatera Selatan tengah terjadi sirkulasi pergerakan awan berskala besar dari barat ke timur, dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik. Hal ini berpengaruh pada curah hujan bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Sumatera Selatan.

“Akibatnya wilayah Sumatera Selatan terjadi peningkatan curah hujan,” imbuh Indra.

“Bila di break down lagi, hampir seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan berpotensi terjadi hujan. Khususnya di wilayah sebelah barat. Termasuk Propinsi Bengkulu dan Sumatera Barat.

Lantas, bagaimana kondisi cuaca Sumatera Selatan pada saat Lebaran atau Idul Fitri (24/5) mendatang ?

“Berdasarkan proyeksi kami (Stasiun Meteorologi  Kelas II SMB II  Palembang), di 3 hari kedepan, peluang hujan masih besar terjadi. Tanggal 24 Mei peluang hujan akan tetap ada” ujar Indra.

“Tapi, karena hari ini (22/5) masih 2 hari lagi (ke tanggal 24 Mei), biasanya prediksi ini akan kami update,” jelas Indra.

Ia menambahkan kalau hujan yang terjadi dengan intensitas normal akan terjadi, namun karena muncul awan CB, akan menyebabkan potensi hujan lebat namun berdurasi singkat akan terjadi. Ini berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor.

Indra menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan selalu memperhatikan informasi dari BMGK.

“Pada masa transisi ini, dimana kondisi atmosfer tidak stabil, sehingga ini akan menimbulkan cuaca ekstrim seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan petir” ujar Indra.

“Diharapkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrim ini dan selalu update informasi cuaca dari BMKG,’” pungkas Indra.

(Julian/IG)

Beri komentar