Home » Berita » PSBB di Kota Palembang dan Prabumulih Disetujui - Trijaya FM Palembang

PSBB di Kota Palembang dan Prabumulih Disetujui

Pasar Pagi Lemabang dengan terapkan Social Distancing dalam bertransaksi

Palembang – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid19, termasuk dengan memberlakukan Perbatasan Sosial Berskala Besar Kota (PSBB) Kota Palembang tercatat sebagai menjadi salah satu daerah terbanyak pandemik Covid19. Dengan pertimbangan tersebut, Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyetujui perberlakukan PSBB di Kota Palembang. Penetapan PSBB ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/307/2020.

Menkes Terawan Agus Putranto – dalam keterangan pers-nya –  menyatakan bahwa PSBB di Kota Palembang dilaksanakan berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek, sosial, ekonomi, dan aspek lainnya. Diharapkan dengan PSBB ini penyebaran virus Corona Covid-19 bisa ditekan seminimal mungkin.

PSBB akan berlaku selama 14 hari, namun bisa diperpanjang jika kondisi mengharuskan. Aturan tentang PSBB ada di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020, yang kemudian diturunkan secara rinci pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dalam Permenkes tersebut, diatur hal – hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan sehari-hari.

Meski pemerintah kota Palembang hingga kini belum menetapkan kapab pelaksanaan PSBB ini efektif berlaku.  Namun bila berkaca dari penerapan PSBB di Kabupaten/Kota lain di Indonesia, secara garis besarnya kegiatan apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang dilarang, adalah sebagai berikut :

Kegiatan yang Dibolehkan

1. sektor kesehatan.

2. sektor pangan, makanan dan minuman.

3. Sektor energi , seperti air , listrik gas , pompa bensin,.

4. Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi..

5. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa.

6. Kegiatan logistik distribusi barang berjalan seperti biasa jadi ini dikecualikan.

7. Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga itu dikecualikan.

8. Delivery barang.

Kegiatan yang Dilarang

1. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan universitas.

2. Kegiatan peribadatan di rumah ibadah.

3. Menutup seluruh fasilitas umum,  pusat perbelanjaan, tempat hiburan milik pemerintah maupun umum, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olah raga dan museum.

4. Kegiatan sosial budaya.

5. Resepsi pernikahan dan pesta khitanan.

6. Berkerumun di luar ruangan maksimal 5 orang.

7. Kapasitas penumpang di kendaraan umum maupun pribadi maksimal 50 persen.

8. Makan di restoran atau tempat makan umumnya. Hanya boleh untuk take away atau dibawa pulang.

Selain Kota Palembang, Menkes juga menyetujui pemberlakuan PSBB di Kota Prabumulih.

(Julian/Rilis)

Beri komentar