Home » Berita » Ingin Pembudidaya Ikan Kian Berkualitas, PNM Palembang Gelar Pelatihan Klasterisasi - Trijaya FM Palembang

Ingin Pembudidaya Ikan Kian Berkualitas, PNM Palembang Gelar Pelatihan Klasterisasi

Trijayafmplg.net – Setelah di minggu ke-2 bulan Juni 2020 melaksanakan pelatihan kapasitas usaha (PKU) yang melibatkan 8 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), tanpa bosan, PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Palembang kembali menggelar kegiatan yang sama, Senin, 22 Juni 2020. Namun kali ini, ada yang sedikit berbeda. Bukan tentang manajerial yang dibahas, tapi tentang klasterisasi. Tema Klasterisasi Usaha Ikan Tawar : “Pembuatan Pakan Alternatif dan Penanggulangan Kematian pada Ikan” yang diangkat  dan UlaMM yang terlibat hanya 1, yakni UlaMM Belitang Cabang Palembang.

Menurut Pemimpin Cabang PNM Palembang, Muhammad Komar, tema klasterisasi dipilih, karena ini merupakan bentuk pelatihan dengan mengumpulkan jenis usaha yang sama sehingga lebih mudah diaplikasikandan penting untuk meningkatkan kemampuan para pembudidaya ikan, khususnya ikan air tawar.

“Bentuk pelatihan kali ini dengan mengumpulkan jenis usaha yang sama, yaitu klasterisasi. UlaMM yang terlibat hanya satu, karena kebetulan mayoritas nasabah di ULaMM Belitang memiliki jenis usaha pembudidayaan ikan air tawar seperti ikan patin, lele, nila dan sebagainya,” ujar Komar via aplikasi whatsapp, Senin 22 Juni 2020.

Ia menambahkan, sebelumnya pelatihan ikan air tawar pernah dilakukan yaitu pada bulan Februari 2020, dan dilakukan secara tatap muka.

“(Klasteriasi) sudah dilakukan pada bulan Februari 2020, dengan tatap muka. Temanya teknik budidaya dan pemasaran hasil panen,” sebut Komar.

“Rencananya dilakukan 3 kali pertemuan dengan tema yang berbeda. Namun karena pandemi Covid19, untuk pelatihan ke-2 dan ke-3 digabung. Pelaksanaannya dilakukan secara virtual,” jelas Komar.

Sementara itu, pemberian pakan dan penjualan, adalah kendala yang sering dialami oleh pembudidaya, khususnya pembudidaya ikan air tawar. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pemateri kegiatan ini, Sukirno.

“Kendala yang dialami untuk budidaya ikan selama ini pada pakan dan penjualan,” ujar Pak Kirno – sapaan beliau via pesan instant.

Untuk “mengakali” kendala pakan ikan, ia memberikan solusi prementasi (fermentasi) untuk menekan biaya produksi.

“Pakan dibuat dalam jumlah banyak, kemudian diprementasi (fermentasi),” jelas Pak Kirno.

Ia menjelaskan, pembuatan fermentasi pakan ikan ini dapat dilakukan dengan mencampurkan 15 liter air, yang dicampur dengan 2 tutup botol probiotik AQ green plus 2 sendok makan gula pasir. Selanjutnya, dicampur dengan 30 kg pakan ikan dan pelet jenis apapun.

“Pemberian pakan ikan cukup 2 kali sehari, yang ditaburkan secara merata, dengan ketentuan 3% biosmas per hari,” jelas Pak Kirno.

Lantas, bagaimana solusi penjualan ikan air tawar ini ?

“Idealnya kita angkut hasil budidaya ini dengan menggunakan mobil untuk didistribusikan langsung ke pasar. Namun bila “macet” bisa menggunakan motor,” ujar Pak Kirno.

“Meski tengah dilanda pandemi covid19, kita terus berusaha, meski penjualan agak berkurang,” imbuhnya.

Sebagai pembudidaya ikan air tawar, khususnya lele dan patin, Sukirno lalu pembagikan tips supaya ikan tidak banyak mati di kolam.

“Rajin menjaga kualitas air kolam, dengan menggunakan pH booster dan permix secara rutin. Memberi pakan sesuai dengan biomas serta memperhatikan perkembangan ikan di kolam,” tutup Pak Kirno.

(Julian)

Beri komentar