Home » Berita » Supaya UMKM Naik Kelas, PNM Palembang Kembali Gelar Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha - Trijaya FM Palembang

Supaya UMKM Naik Kelas, PNM Palembang Kembali Gelar Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha

Palembang – Meski di tengah pandemi covid19, tidak menyurutkan langkah PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk menggelar pelatihan pengembangan kapasitas usaha (PKU). BUMN yang terbentuk tahun 1999 ini, tetap konsisten untuk melakukan pendampingan usaha kepada nasabah mereka supaya bisa “naik kelas”.

Nah, bila dalam kondisi normal, mereka secara berkala mengadakan PKU dengan  tatap muka atau sharing session. Biasanya, ini dilaksanakan di tempat tertutup seperti hotel, rumah makan, aula kelurahan/kecamatan hingga di rumah nasabah. Namun, sesuai dengan anjuran pemerintah dan protokol kesehatan untuk menjaga jarak, pelatihan PKU kini diadakan secara virtual via aplikasi zoom atau WAG.

Di pertengahan tahun ini, PT. PNM kembali mengadakan program PKU, yang diadakan secara marathon, mulai dari 10-11 Juni 2020. Tema yang diangkat kali ini adalah Kiat-kiat Meningkatkan Omzet bagi UMKM di Era New Normal.  Menurut Pemimpin Cabang PNM Palembang, Muhammad Komar, kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan, dengan tema yang berbeda. Tujuannya, selain untuk memberikan pelatih dan praktik langsung, juga untuk mendorong pelaku UMKM lebih maju dan berkembang.

“PKU ini (pengembangan kapasitas usaha) tujuannya pendampingan usaha nasabah (PNM) sehingga mereka bisa kian maju dan berkembang” ujar Komar  saat dihubungi (10/6) via pesan instan.

Pria alumni Universitas Sriwijaya Palembang ini menambahkan, PKU yang diberikan kepada nasabah, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi usaha saat itu.

“Kita (PNM) memberikan kiat-kiat bagaimana meningkatkan omzet, mengajarkan mereka bagaimana membuat laporan keuangan yang sederhana, pengemasan produk  dan juga memotivasi usaha yang mereka lakukan,” imbuh Komar.

Secara terpisah, pemateri PKU, Fatah Arafat mengatakan tema meningkatkan omzet dipilih karena ada fakta menarik yang ia temukan di bisnis UMKM.

“Utamanya kelemahan manajerial,” ujar Fatah yang dihubungi via aplikasi whatsapp.

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang belum mengelola pembukuan usaha dengan baik, masih menggabungkan pendapatan usaha dengan uang pribadi dan sebagainya.

“Masih ada (pelaku usaha) mencampurkan duit usaha dengan duit makan, pembukuan belum bener, belum memanfaat aplikasi online hingga masih banyak sampah produksi,” imbuh Fatah.

Pemegang gelar Magister Sains ini melanjutkan, pelaku usaha sebaiknya mencari titik lemah bisnis mereka terlebih dahalu, baru kemudian mensiasti faktor eksternal dari bisnis mereka.

“Mereka (pelaku usaha) cari kelemahan mereka dulu, setelah itu baru bicara strategi”, ujar Fatah.

“Siasati dengan promo, diskon atau bundling” imbuhnya.

Bila kelemahan sudah diatasi, menurut Fatah, hal yang tidak kalah penting adalah melihat keunggulan produk yang dijual dan memanfaatkan isu yang berkembang di masyarakat.

“Pelaku usaha harus melihat keunggulan produknya apa, istimewanya dimana, apakah barang atau produk yang dijual dibutuhkan pasar (masyarakat). Isu cocid19 juga bisa dipakai. Semisal : makanlah ikan ini, karena mengandung zinc yang dibutuhkan untuk imun,” jelas Fatah.

Sebagai usul, Fatah menyarankan agar sesama pelaku usaha melakukan sinergi.

“Saling beli produk sesama UMKM. Saling bantu promo dan dipasarkan secara bersama (bundling),” pungkas Fatah.

Sebagai tambahan informasi, program PKU ini dilaksanakan dalam 2 hari, dimana satu hari ada 2 sesi. Sesi pertama dimulai  pukul 10.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00 WIB. Pada hari pertama (10/6), sebanyak 4 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) terlibat di kegiatan ini, di antaranya UlaMM Unit Sako, Pasar Kuto, Sukajadi dan Pangkalan Balai. Sementara hari kedua (11/6), 4 UlaMM yang ambil bagian yaitu Unit Prabumulih, Lahat, Belitang dan Sungai Lilin.

(Julian)

Beri komentar