Home » Berita » Terus Konsisten, PNM Palembang Kembali Gelar Pelatihan PKU - Trijaya FM Palembang

Terus Konsisten, PNM Palembang Kembali Gelar Pelatihan PKU

Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dari PNM

Trijayafmplg.net – Seolah tak mengenal kata lelah demi mengangkat level para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Palembang kembali menggelar pelatihan pengembangan kapasitas usaha (PKU).

Upaya ini secara konstisten terus dilakukan oleh BUMN yang terbentuk tahun 1999 ini, walau di tengah pandemi COVID-19.

Dalam kondisi normal, PNM secara berkala mengadakan PKU dengan  tatap muka atau sharing session, namun sesuai dengan anjuran pemerintah dan protokol kesehatan untuk menjaga jarak, pelatihan PKU kini diadakan secara virtual via aplikasi zoom atau WAG.

Di awal semeter kedua tahun 2020, PT. PNM kembali mengadakan program PKU, yang diadakan selama 2 hari berturut-turut, mulai dari 15-16 Juli 2020.

Menurut Pemimpin Cabang PNM Palembang, Muhammad Komar, kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan, dengan tema yang berbeda. Tujuannya, selain untuk memberikan pelatihan dan praktik langsung, juga untuk mendorong pelaku UKM lebih maju dan berkembang.

Muhammad Komar menambahkan, tema yang dibahas kali ini tentang bagaimana UKM bisa mengembangkan usaha melalui strategi OMNI channel. OMNI channel ini sendiri merupakan kombinasi antara penjualan secara online dan offline.

“Tema ini diambil berkaitan dengan lesunya omset penjualan akibat imbas COVID-19,” ujar Komar via pesan instant, Rabu, 15 Juli 2020.

Ia menambahkan peserta pelatihan kali ini sebanyak 8 Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) cabang Palembang yang berasal dari berbagai jenis usaha.

“Ada 8 UlaMM yang terlibat, yaitu UlaMM Sako, Pasar Kuto, Sukajadi, Pangkalan Balai, Sungai Lilin, Prabumulih, Belitang dan Lahat,” jelas Komar.

Sementara itu, secara terpisah, pemateri PKU, Taka Liwungang mengemukakan strategi OMNI Channel bisa membuat pelaku UKM untuk mengembangkan usaha.

“Saat pandemi sekarang ini, penjualan secara online merupakan jawaban atas kesulitan yang harus dihadapi oleh dunia usaha untuk menjangkau konsumennya,” ujar Taka.

“Namun sayangnya pelaku  UKM umumnya mempunyai banyak kekurangan resource dari sisi online ini. Sebut saja kualitas sumberdaya manusia, keahlian dan waktu yang dibutuhkan untuk berkreasi di bidang online masih terbatas,” imbuhnya.

“Oleh karena itu UKM bisa meng-cover keterbatasan di bidang online dengan tetap mempergunakan strategi offline. Kombinasi antara online & offline bisa menjadi alat promosi yang efektif bagi UKM saat ini di tengah segala keterbatasan mereka,” jelas Taka.

Lantas, apa kelemahan  atau kekurangan pelaku UKM?

Co-Founder Gelas Kosong ini menyebut, yang paling dominan adalah keahllian dalam berusaha, termasuk juga keahlian dalam hal keuangan, marketing dan manajemen dasar.

Ia lantas menyarankan, selain menjalankan OMNI Channel, pelaku usaha dan UKM juga harus mulai menerapkan beberapa langkah strategis.

“Pertama, produk  UKM harus berbeda dan mempunyai unik value dibandingkan dengan kompetitor sehingga mereka tidak terjebak dalam perang harga. Kedua kemampuan berpromosi di bidang digital dasar seperti sosial media dan instant messaging,” ujar alumni Harvard Business School Executive Education ini

“Yang tak kalah penting adalah menjalin kerjasama lebih erat dengan Bapak angkat seperti BUMN atau swasta besar lainnya untuk memberikan bantuan keahlian dan akses pasar” imbuh Taka.

Ia mengatakan saat ini UKM harus lebih kerja keras, kerja cerdas dan kreatif.

“Jangankan UKM, pebisnis besar pun terpukul dengan kondisi saat ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, program PKU ini dilaksanakan dalam 2 hari, dimana satu hari ada 2 sesi. Sesi pertama dimulai  pukul 10.00 WIB dan sesi kedua pukul 14.00 WIB. Pada hari pertama (15/7), sebanyak 4 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) terlibat di kegiatan ini, yaitu UlaMM Unit Sako, Pasar Kuto, Sukajadi dan Pangkalan Balai. Sementara hari kedua (16/7), 4 UlaMM yang ikut ambil bagian yaitu Unit Prabumulih, Lahat, Belitang dan Sungai Lilin.

(Julian)

Beri komentar