Home » Feature » Satu Keluarga Pernah Digigit Ular

Satu Keluarga Pernah Digigit Ular

15 Tahun Ratna Kehujanan dan Kepanasan

12036491_212008749191610_6304410757131419040_nMuba – Hidup layak belum dirasakan oleh keluarga Ratna (60) yang bertempat tinggal di Dusun VII Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin, bertempat tinggal di pondok tidak layak huni, Ratna bersama empat orang anaknya rela kehujanan dan kepanasan. Seperti apa ceritanya ?

Ketika berjalan menyusuri jalan setapak sekitar 700 meter dari Simpang Sungai Tebakan menuju Dusun VII Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh. Ruas jalan yang rusak dan kiri kanan jalan diselimuti hutan yang lebat mengharuskan masyarakat berjalan kaki untuk melintasi Desa tersebut . Pasalnya, jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.

Siapa sangka, di dalam hutan tersebut ada satu keluarga yang tinggal sudah sekitar 15 tahun dan menikmati hidup serta bertempat tinggal di pondok yang tidak layak huni. “Kalau hujan pasti basah, karena atap pondok ini sudah rusak,” ujar Ratna.

Ia menuturkan, sejak 15 tahun juga dirinya bersama empat orang anaknya belum pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah setempat. “Kalau makan dan pakaian kami sering dibantu oleh perangkat Desa setempat,” jelasnya.

Dirinya hanya mengandalkan penghasilan empat orang anaknya yang sehari-hari bekerja membersihkan kebun warga di Desa Kecamatan Sungai Keruh. “Seminggu kadang digaji Rp 30 ribu, uang itu untuk kami beli beras,” tambahnya.

Sudah beberapa kali dirinya bersama empat orang anaknya digigit ular yang berada di sekitar pondok. “Sudah sering digigit ular, ya kalau digigit langsung buat obat ramuan sendiri supaya tidak luka parah,” ungkapnya.

Melihat kondisi Ratna dan empat orang anaknya tersebut, Kepala Dinas Sosial Pemprov Sumsel Drs Apriyadi MSi bersama perangkat Desa di Kecamatan Sungai Keruh langsung mengunjungi pondok Ratna dan memberikan bantuan uang untuk membuat rumah layak huni serta bahan sembako.

“Kondisi ibu Ratna ini sangat jauh dari kata layak, kami sangat perihatin. Ternyata masih ada warga yang tinggal di pondok yang sangat tidak layak,” ujar Kadinsos Sumsel, Drs Apriyadi MSi saat mengunjungi pondok Ratna.

Ia menambahkan, semoga bantuan yang diberikan tersebut bisa meringankan beban Ratna bersama empat orang anaknya. “Saya melihat ibu Ratna ini mengkonsumsi buah parah yang direbus, tentu ini sangat tidak manusiawi,” tambah Apriyadi.

Melihat kondisi Ratna tersebut, Apriyadi berharap Pemda setempat juga turun tangan memberikan bantuan kepada keluarga Ratna. “Semoga bantuan-bantuan lainnya juga akan segera datang dari kalangan darmawan dan Pemerintah setempat,” pungkasnya. (*)

Beri komentar