Home » Opini » Propinsi Sumsel Menjadi Propinsi Sriwijaya?

Propinsi Sumsel Menjadi Propinsi Sriwijaya?

Mengerti, mengenang dan mengedukasikan sejarah dalam kehidupan sehari hari untuk diri sendiri, lingkungan dan keturunan menjadi perlu dilakukan oleh setiap kita, karena tanpa sejarah, kekinian bukanlah apa apa. Sejarah juga yang akhirnya menimbulkan wacana mungkin atau tidaknya perubahan nama Propinsi Sumsel menjadi Propinsi Sriwijaya.

Wacana yang baru saja digulirkan Rabu lalu ini tak urung menimbulkan polemik di masyarakat. Dalam Palembang First Channel edisi Kamis, 23 Juni 2011, Trijaya bersama Salman Rasidin dari Sriwijaya Post mencoba untuk menganalisa beberapa pendapat dari narasumber terkait.

Ketika dihubungi, Prof Muktamar Rasyid, seorang pengamat dari IAIN Raden Fatah Palembang mengungkapkan ketidaksepakatannya dengan isu perubahan nama yang timbul saat ini. “Kalaupun memang kita ingin mengapresiasi kerajaan Sriwijaya yang sudah membesarkan nama Sumatera Selatan, kita harus menelaah lebih jauh kembali. Toh bukan hanya kerajaan Sriwijaya saja yang sudah menyumbangkan sejarahnya untuk Sumatera Selatan, ada beberapa kerajaan lain, Palembang Darussalam misalnya. Jadi jangan terlalu cepat mempertimbangkan sesuatu” ujarnya.

Di kesempatan yang sama Wakil Ketua DPR Propinsi Sumatera Selatan, Ahmad Jauhari juga mengungkapkan pendapatnya. “Jangan anggap remeh arti sebuah nama, Sriwijaya itu nama yang besar, powerful, dan luar biasa. Sehingga, jika kita menggunakan nama tersebut, jiwa yang memiliki motivasi tinggi akan serta merta terbangun di dalam propinsi ini karena nama itu akan memberikan makna yang tidak alakadarnya”

Polemik ini juga meramaikan situs jejaring sosial Trijaya Palembang, beragam pendapat berbeda dari beberapa masyarakat Sumatera Selatan menunjukan bahwa wacana ini memiliki pengaruh yang tidak bisa dianggap remeh.

Ketua DPR RI, Marzuki Ali yang dihubungi Trijaya disela sela perjalanannya menunju tempat kerja mengatakan. “Sebagai orang Palembang, saya ikut saja dengan masyarakat, asalkan perubahan nama ini tidak memicu perpecahan di internal Sumatera Selatan. Mungkin beberapa hal yang harus menjadi bahan pertimbangan adalah, memastikan terlebih dahulu benar atau tidaknya pusat kerajaan sriwijaya tersebut adalah di Propinsi Sumatera Selatan, mengingat belakangan hal ini juga masih belum jelas. Langkah selanjutnya adalah bertanya dan memintai pendapat para tokoh masyarakat, sesepuh dan yang terkait yang mengetahui dengan jelas tentang sejarah.” ujarnya.

Pada akhirnya, apapun wacana yang timbul di tengah tengah masyarakat, integritas tetap harus menjadi sesuatu yang dijunjung tinggi. Jangan sampai, ada pihak pihak yang bertanggung jawab yang memanfaatkan hal ini untuk membuat perpecahan demi kepentingan pribadi atau golongan. (dinnaherly)

Beri komentar