Home » Opini » Calon Kejutan Sangat Mungkin Terjadi

Calon Kejutan Sangat Mungkin Terjadi

Penulis : Muhammad Zulfikar (Mahasiswa Pasca UNJ dan Direks RCI)

PALEMBANG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Palembang, Sumatera Selatan tahun 2018 diprediksi akan berlangsung seru jika kandidat lama seperti Sarimuda, Harnojoyo Mularis kembali bertarung apalagi jika muncul kandidat alternatif yang juga kuat.

Yuk kita intip dimana kekuatan-kekuatan kandidat lama jika mengacu pada Pilkada 2013. Berdasarkan data Quick Count LSI 2013, Sarimuda menang signifikan di Kecamatan Sukarame, Ilir Barat II, Ilir Timur II dan Plaju.

Sementara Harnojoyo sang petahana kala itu sebagai pendamping Romi Herton sebagai Calon Wali Kota Palembang berhasil unggul di Kemuning, Kertapati, Alang-Alang Lebar, Sematang Borang, Ilir Timur I, Ilir Barat I, Gandus, Seberang Ulu II dan Kalidoni.

Keduanya, sedikit berimbang di Kecamatan Seberang Ulu I, Bukit Kecil dan Sako. Sementara untuk Mularis tidak satu wilayahpun yang dimenanginya. Peroleha suara hanya cukup signifikan di Seberang Ulu II, Sematang Borang dan Bukit Kecil yakni di atas 20 persen.

Apakah sebaran suara tersebut bisa berubah ditahun 2018 akan datang? Bisa saja berubah karena berbagai faktor diantaranya sentimen positif dan sentimen negatif dari masing-masing kandidat. Belum lagi munculnya figur baru yang kuat dan bisa menarik perhatian sehingga menggerus basis kekuatan lama.

Kekuatan jaringan dan kesolidan tim yang bakal menjadi penentu siapa yang menjadi pemenang nantinya seperti halnya Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Saat ini, masyarakat masih menunggu siapa saja kontestan yang bakal memperoleh tiket maju di Pilkada Palembang. Dinamika partai politik d idaerah juga ditentukan oleh dinamika di Dewan Pimpinan Pusat Partai terkait kandidat yang akan diusung.

Bisa saja kandidat-kandidat yang bakal maju dan ramai diberitakan di media berubah seketika setelah semua rekomendasi partai dari daerah berada di DPP Partai. Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin, termasuk tidak mendapatkan perahu politik atau munculnya figure baru yang tidak disangka-sangka.

Pilkada DKI misalnya, dinamika politik begitu cepat berubah sehingga muncul nama-nama yang tidak diperhitungkan sebelumnya dikontestasi Pilkada DKI. Di Kota Palembang bisa terjadi, terutama partai-partai yang tidak memiliki figur kuat diinternalnya semisal PKS, Geridra, PKB, PPP, PAN, Nasdem, Golkar dan PBB.

Sementara, Demokrat, PDIP dan Hanura memiliki kader-kader terbaiknya seperti Harnojoyo, Fitrianti Agustinda dan Mularis Djahri yang saat ini berpeluang untuk diusung oleh partainya masing-masing.

Sedangkan Sarimuda sebagai kandidat lama non partai masih berjuang dan berkomunikasi politik untuk mendapatkan perahu politiknya untuk maju. Jika nantinya partai yang belum memiliki figur kuat, mampu membaca peluang dan meyakini ada peluang figur baru untuk berkontestasi bisa saja dinamikanya juga akan berubah di Kota Palembang.

Saat ini yang dilakukan bakal calon Wali Kota Palembang yakni meyakinkan masyarakat Palembang dan meyakinkan partai politik dari daerah hingga pusat bahwa mereka layak berkontestasi dan layak jadi pemimpin. Tradisi politik menunjukkan jika hasil survei menunjukan tidak ada tokoh yang dominan maka peluang tokoh baru muncul Pilkada akan sangat terbuka. (Zoel)

Editor : FK

Beri komentar