Home » Opini » Ketatnya Persaingan Pilwako Palembang

Ketatnya Persaingan Pilwako Palembang

PALEMBANG – Pilkada Kota Palembang 2018 diprediksi tetap beraroma Pilkada 2013 dengan munculnya Harnojoyo dan Sarimuda yang sama-sama kontestan Pemilihan Walikota Palembang 2013 lalu.

Kedua kandidat ini juga sudah memiliki basis militan yang sama-sama besarnya sehingga pemain baru harus bekerja keras merebut masa mengambang untuk bisa bersaing dalam kontestasi Pilkada Palembang.

Berdasarkan data hasil Pilwako Palembang yang dihimpun Trijaya FM dari perhitungan KPU Kota Palembang 2013, Harnojoyo kala itu berpasangan dengan Almarhum Romi Herton menang Kecamatan Kertapati, IT 1, Gandus, Alang-Alang Lebar, Bukit Kecil, SU II, Sematang Borang, IB 1 dan Kalidoni.

Sementara, Sarimuda yang kala itu berpasangan dengan Nelly Rasdiana unggul di IB2, Kemuning, Plaju, SU1, Sukarame, Sako dan IT2.

Hal ini menjadi gambaran ketatnya antar keduanya dengan basis-basis yang telah dimiliki. Dengan munculnya Rozak sebagai pasangan Sarimuda harus menjadi kewaspadaan bagi Harno-Fitri terutama basis-basis kedekatan identitas Palembang asli dan pemilih religius khas Palembang.

Kehadiran Rozak bisa saja mempengaruhi wilayah-wilayah yang masyarakatnya dominan Palembang asli yang sebelumnya dimenangkan oleh Romi – Harno 2013 lalu sebut saja kecamatan SU2.

Peta dukungan 2013 ini juga bisa menjadi acuan perebutan basis tentunnya dengan kekuatan relawan, jaringan politik dan mobilisasi massa dalam memainkan isu politik menjadi kunci utama kemenangan terlebih dalam memperngaruhi pemilih non militan.

Hal yang sama juga bagi pendatang baru, kekuatan relawan, jaringan politik dan kekuatan kapital minimal menyamai untuk menjadi kunci bisa merebut basis terutama untuk pemilih non militan yang menurut Data RCI bisa mencapai 51 persen. (*)

Penulis : Fatkurohman (Produser BP Trijaya RDI Sumsel)

Beri komentar