Home » Program » Catatan FJF 2016

Catatan FJF 2016

fjf

Jazz memang sudah segmented baik dari sisi respon audience juga terkait musisi yang idealis menekuninya.Mungkin salah satu faktor itulah yang menyebabkan perhatian media secara umum kurang memberikan porsi lebih dalam pemberitaan atau hal-hal yang menyangkut jazz dengan berbagai aspeknya. Meskipun demikian masih ada beberapa media yang konsisten support segala hal terkait jazz terutama memberikan ruang lebih pada apresiasi musik musisi jazz lokal Indonesia khususnya. Satu diantaranya adalah Radio Trijaya Palembang lewat program mingguannya yaitu Jazz On Trijaya.

Jazz On Trijaya secara khusus memberikan perhatian lebih pada sebuah event yaitu Freedoms Jazz Festival yang digagas oleh I Can Live Studio. Freedoms Jazz Festival yang tahun 2016 ini memasuki tahun ke-2 memang beda dengan festival jazz lainnya secara konsep.Selain menampilkan 17 musisi/grup jazz secara berturut-turut setiap harinya, yang menarik adalah konsep penampilan secara live dengan melibatkan audince terbatas dan direkam secara live dalam bentuk audio dan video.

Kita patut berikan apresiasi lebih pada I Can Live Studio yang mau support dan fasiltitasi event ini. Freedoms Jazz Festival tahun 2016 ini juga lebih apresiatif dalam sisi karya lagu yang ditampilkan oleh musisi karena adanya keharusan setiap yang tampil membawakan minimal 5 lagu karya orisinil.Dan menariknya rekaman tersebut dibuat dalam bentuk album dan dijual secara digital. Selain itu juga masih ditunjang dengan adanya penghargaan award beberapa kategori untuk para penampil.

Dari 17 penampil beberapa diantaranya sempat diinterview khusus di Jazz On Trijaya yaitu Indra Aziz,Dimas Pradipta,Alvin Ghazalie,Elfa Zulham,Bass G,Dua Drum,Nesia Ardi,Absurdnation dan Three Song. Kemajuan teknologi memungkinkan audio rekaman dapat diputar ulang dan di download atau yang dikenal dengan istilah podcast atau on demand. Termasuk hasil interview dengan para musisi yang tampil dapat didengar kembali dan download di link > http://www.bptrijayafmpalembang.com/category/era-musik/

Menarik bahwa Freedoms Jazz Festival para penampil dominan diisi oleh musisi-musisi muda jazz Indonesia bertalenta. Tampilnya Absurdnation dari Semarang dan Three Song dari Lampung membuktikan bahwa talenta musisi jazz berbakat tidak hanya tersentral di ibukota Jakarta saja. Jazz On Trijaya juga sempat melakukan interview dengan kurator sekaligus salah satu penggagas event Freedoms Jazz FestivalĀ  ini yaitu Barry Likumahuwa yang juga sepakat bahwa event ini untuk tahun depan akan makin disempurnakan dengan memberi ruang seleksi secara terbuka untuk yang ingin tampil dengan mengirimkan karya-karya orisinilnya untuk nantinya diseleksi.

Semoga Freedoms Jazz Festival tetap konsisten dengan konsep serta visi dan misinya, yaitu memberi porsi lebih kepada talenta-talenta muda musisi jazz Indonesia khususnya daerah-daerah lain di luar Jakarta. Melibatkan beberapa komunitas jazz daerah yang aktif juga bagus mengingat dari komunitas-komunitas jazz di daerah inilah sebetulnya bibit-bibit muda musisi jazz bermunculan. Dan tentunya kita juga berharap semoga semakin banyak media ikut terlibat support dan memberi perhatian dalam bentuk promosi terhadap event Freedoms Jazz Festival ini.

( Adji – Jazz On Trijaya Palembang )

Beri komentar