Home » Program » 3tainment » Dari “Warkop DKI” sampai “StandUp Comedy”

Dari “Warkop DKI” sampai “StandUp Comedy”

Menonton berbagai acara komedi yang sedang “aktual” di layar televisi sembari mengingat film-film komedi semasa kanak-kanak membuat banyak orang setengah sadar dan merenung betapa pesatnya perkembangan komedi dalam dunia showbiz Indonesia. Bukan hanya semakin menjamurnya komedi show di layar televisi tetapi juga bertransformasinya nilai serta kontennya. Kita pun tidak tahu akan bermuara kemana karena semuanya tergantung pada pasar.

Dulu kita mengenal sebuah grup komedi yang bernama WARKOP DKI yang di gawangi oleh Dono , Kasino , Indro. Dalam era televisi swasta dan menurunnya jumlah produksi film, DKI pun lantas memulai serial televisi sendiri. Serial ini tetap dipertahankan selama beberapa lama walaupun Kasino tutup usia di tahun 1997. Setelah Dono juga meninggal di tahun 2001, Indro menjadi satu-satunya personel Warkop

Di era globalisasi ini sekarang ada lagi sebuah sitkom bernama Stand Up Comedy. Stand Up Comedy merupakan format sajian lawakan (komedi) ala Barat yang sangat populer dan disampaikan di depan penonton secara langsung (live). Biasanya sang komedian akan melakukan one man show. melemparkan lelucon melalui monolog atau statement dalam satu kalimat yang mengandung humor. Komedian di jalur ini biasanya menulis skrip lawakannya untuk tampil dalam 20-45 menit). Kadang-kadang mereka memakai alat bantu untuk menyampaikan lelucon mereka. Meskipun stand up comedy, pelawak tidak harus terus menerus berdiri, beberapa pelawak menyampkain sambil duduk seperti sedang bercerita pada kita.
Sejarah stand up comedy dimulai sejak abad 18 di Eropa dan Amerika. Dalam sejarahnya perkembangan stand up comedy juga ditemui di berbagai benua. Bahkan negeri tetangga Malaysia punya seorang stand up comedian terkenal, Akmal Saleh. India punya Jhony Lever dan dilanjutkan Cyrus Broacha. Mereka juga mengadakan The Great Indian Laughter Challenge. (Deddy)

Beri komentar