Home » Program » 3tainment » Pendidikan VS Dunia Hiburan

Pendidikan VS Dunia Hiburan

Saat ini televisi telah menjangkau lebih dari 90 persen penduduk di negara berkembang. Televisi yang dulu mungkin hanya menjadi konsumsi kalangan dan umur tertentu saat ini bisa dinikmati dan sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan tanpa batasan usia. Siaran-siaran televisi akan memanjakan semua orang pada saat-saat luang seperti saat liburan, sehabis bekerja bahkan dalam suasana bekerjapun orang-orang masih menyempatkan diri menonton televisi. Suguhan acara yang variatif dan menarik membuat orang tersanjung untuk meluangkan waktunya duduk di depan televisi. Namun dibalik itu semua dengan dan tanpa disadari televisi telah memberikan banyak pengaruh negatif dalam kehidupan manusia baik anak-anak maupun orang dewasa.

Di Televisi kita bisa melihat banyak sekali anak-anak usia dini yang tampil di layar kaca pada jam sekolah, dan juga ada sebagian publik figur yang mengorbankan pendidikan nya dengan dunia hiburan. Berbeda halnya dengan Jordi Onsu uang menjelaskan di 3tainment (8/2) kemarin, ia mengatakan bahwa pendidikan tetap menjadi proritas. Pria Humoris yang pernah melewati akselerasi di tingkat sekolah dasarnya selama 2 tahun ini, menanggapi kasus seperti ini kembali kepada personal masing-masing, sah-sah saja bila ingin menghasilkan uang dari jeri payah sendiri. Intinya untuk pendidikan dan dunia hiburan sendiri kembali kepada personal masing-masing untuk menyikapinya. (Deddy)

Beri komentar