Home » Program » 3tainment » “Dulmuluk” Kesenian Yang Mulai Pudar

“Dulmuluk” Kesenian Yang Mulai Pudar

Dulmuluk, kalau kita tanyakan dengan anak-anak zaman sekarang, masih mengenalkah mereka ? Tahukah mereka ? Sayang sekali, kesenian tradisional aset bangsa ini sudah mulai pudar dan tidak lagi menjadi sorotan bagi masyarakat banyak seiring dengan perkembangan zaman.

Dikatakan oleh Bpk. Yudi Syarofi selaku Pengamat Kesenian Sumatera Selatan di 3tainment (14/3) bahwa dulmuluk ini merupakan kesenian tradisional yang seharusnya dilestarikan, karena kesenian ini merupakan salah satu aset kota palembang. Dia juga mengatakan bahwa, awalnya dulmuluk ini lahir  dari seorang pedagang keturunan Arab, Wan Bakar, membacakan syair tentang Abdul Muluk di sekitar rumahnya di Tangga Takat, 16 Ulu. Acara itu menarik minat masyarakat sehingga datang berkerumun. Agar lebih menarik, pembacaan syair kemudian disertai dengan peragaan oleh beberapa orang, ditambah iringan musik.

Dilanjutkan oleh Pelakon dari Dulmuluk ini sendiri yakni Ibu Elma Septiana bahwa dulmuluk ini sejatinya merupakan tontonan menarik bagi semua kalangan, namun sangat disayangkan perhatian dari pemerintah dan masyarakat luas lah yang kurang sehingga Dulmuluk ini tidak bisa berkembang seperti tayangan-tayangan lain yang ada di layar kaca. Dia juga menambahkan bahwa,bagi para pemerintah untuk memperhatikan tingkat kesejahteraan para pelakon nya yang bisa bahagia padasaat pentas namun tidak pada kehidupan nyatanya. (Deddy)

Beri komentar