Home » Program » 3tainment » Fashion, Public Speaking, dan Behavior

Fashion, Public Speaking, dan Behavior

KomBicSchool

DUNIA modeling begitu diminati. Hal itu terbukti dengan banyaknya remaja putri yang serius menekuni bidang ini, mulai anak-anak hingga dewasa. Pastinya dalam setiap penampilannya, para model cantik tersebut selalu memikat perhatian.

Apalagi, ketika mereka berlenggak-lenggok di atas catwalk atau saat berpose di depan kamera. Para model ini tampak begitu anggun. Desty Indah Riski, salah satunya. Dara satu ini mulai mengasah talentanya di dunia modeling sejak berusia 15 tahun. B eragam kontes modeling pernah dimenangi dara cantik asli Kota Palembang ini.

Menurut dia, dunia modeling sangat menyenangkan dan keinginan untuk menjadi seorang model datang dari dirinya sendiri, bukan paksaan orang tua. “Di dunia modeling ini, selain dilatih untuk berpose di depan kamera, saya pun diajarkan etika, tata bicara yang baik (public speaking), pengetahuan fashion, dan pembentukan kepribadian yang menarik (behavior),” ujar salah satu murid Stage Management Officer ini.

Tujuannya mengikuti sekolah ini, selain ingin mencari pengalaman, dia juga ingin lebih banyak lagi belajar tentang dunia modeling. “Menjadi model profesional adalah impian saya sejak kecil,” ujar dia. Menanggapi isu miring atau stigma negatif yang sering melekat dengan dunia modeling, menurut Desty, hal itu terserah pada pandangan orang lain. Karena semua itu tergantung personal masing-masing. “Ketika memutuskan terjun ke dunia ini (modeling), saya sudah tahu konsekuensi yang harus diterima, termasuk isu miring,” kata Desty.

Selain cantik, bersih, rapi, dan fashionable, seorang model juga dituntut selalu tampil sempurna di mana pun dia berada. Selain itu, model harus memiliki attitudeyang baik, beauty, dan behavior. Kepribadian yang baik itu dirasakan sangat penting daripada sekadar cantik. Untuk mewujudkan keinginannya menjadi seorang model terkenal, Desty tak pernah berhenti belajar dan terus mengembangkan diri dengan mengikuti beragam kontes modeling.

“Pada intinya, menjadi seorang model yang profesional adalah tidak pernah berhenti untuk terus mengembangkan potensi,” katanya. Desty sering mendapatkan tawaran dari agency lain untuk mengikuti ajang pemilihan model nasional di Jakarta. Namun, saat ini dia masih fokus menyelesaikan pendidikannya. Sebab, menurut dia, pendidikan yang dijalani saat ini juga dapat menunjang kariernya pada masa mendatang. “Sejak memenangi kontes model Yamaha tahun 2012 yang lalu, banyak tawaran yang datang,” ujar dia.

Terkait dunia modeling yang identik dengan dunia glamor, karena mendapatkan uang dengan cara mudah dan dalam jumlah yang besar, Desty mengatakan, uang hasil kerja kerasnya justru ditabung untuk masa depan, bukan untuk berfoya-foya, apalagi untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.

Ke depan, dia berharap dapat mengikuti ajang pemilihan model tingkat nasional maupun internasional. Untuk itu, beragam persiapan sudah dilakukan, termasuk mengikuti berbagai ajang kontes tingkat lokal. “Alhamdulillah, berbagai ajang kontes model yang diadakan di Palembang, saya selalu mendapatkan juara satu,” katanya dengan bangga.

Sementara itu, Febi, 14, salah seorang model belia, menuturkan, sejak terjun di dunia modeling, dia semakin disiplin dalam hidup. Selain diberi bekal pengetahuan seputar dunia model, dia juga dilatih hidup disiplin. “Banyak hal yang saya dapatkan di sini, dan dunia modeling ini sangat menyenangkan,” kata dia.

Selain dunia modeling, dia mengaku ingin sekali menjadi seorang presenter, karena dia sangat senang tampil di depan kamera. “Mudah-mudahan dari modeling ini bisa mewujudkan keinginan saya untuk menjadi seorang presenter terkenal,” katanya. (Sindo/Trijaya)

Beri komentar