Home » Program » Healthy Center » FKPAR : Saatnya Alokasi Dana Desa Peduli Perempuan

FKPAR : Saatnya Alokasi Dana Desa Peduli Perempuan

PALEMBANG – Minimnya anggaran yang responsif gender di daerah pedesaan membuat Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR)  mendorong dan memastikan adanya alolasi Anggaran Dana Desa (ADD) untuk pemberdayaan perempuan.

FKPAR ini merupakan dampingan women Crisis center (WCC)  untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa yang saat pembinaannya sudah beberapa wilayah seperti OKI,  OI, Banyuasin da Muba.

“pemberdayaan perempuan terutama dalam upaya peningkatan kesejahteraan,  jaminan kesehatan dan terpenuhi gizi anak itu sangat penting untuk masa depan anak-anak desa”Kata Yessi dari Program WCC di acara Perayaan Gerakan Perempuan Akar Rumput,  Senin (31/10/2017) di Amaris Hotel.

Selain itu, FKPAR juga mendesak pemerintah daerah agar memastikan pembaharuan data orang miskin di Sumsel agar gisa mendapatkan layanan kesehatan dan akses kesehatan.

“Selain itu,  mendorong Kebijakan-kebijakan terutama terkait pemenuhan gizi bagi perempuan dan perempuan muda yang bakal melahirkan generasi penerus bangsa,”ujarnya.

Sementara Direktur Women Krisis Center Yeni Izi menilai ketakutan – ketakutan kepala desa menyalahi atura membuat anggaran pemberdayaan masyarakat terutama perempuan, kurang tergambar dalam Anggaran dana desa (ADD).

” Adanya peraturan menteri terkait aturan minimal 10 persen ADD untuk pemberdayaan perempuan, bisa menjadi celah bagi kita untuk mendorong dan mengadvokasi supaya dana desa bisa dipakai pemberdayaan perempuan “ujarnya.

“Misalkan saja adanya pelatihan bagi bidan soal gizi anak, kampanye kecukupan gizi anak bagi ibu hamil dan lain sebagainya, “pungkasnya.  (FK)

 

 

Beri komentar