Home » Program » Info Bisnis » Pemprov Sumsel Bangun Pusat Pengembangan Kerbau Pampangan dan Kembangkan Sekolah Peternakan Rakyat di Sumsel

Pemprov Sumsel Bangun Pusat Pengembangan Kerbau Pampangan dan Kembangkan Sekolah Peternakan Rakyat di Sumsel

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menggelar rapat bersama Pendiri Sekolah Peternakan Rakyat, Prof. Muladno dan Konsultan Pembangunan rumah sakit hewan Provinsi Sumsel dari IPB Prof. Bambang Ponco dalam rangka Pengembangan Kerbau Rawa (Pampangan) di Desa Rambutan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Selasa (23/12) di Ruang Rapat Gubernur Sumsel.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menggelar rapat bersama Pendiri Sekolah Peternakan Rakyat, Prof. Muladno dan Konsultan Pembangunan rumah sakit hewan Provinsi Sumsel dari IPB Prof. Bambang Ponco dalam rangka Pengembangan Kerbau Rawa (Pampangan) di Desa Rambutan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Selasa (23/12) di Ruang Rapat Gubernur Sumsel.

Palembang – Pembangunan dan Pengembangan “Swamp Bufallo Centre” yaitu Pusat Pengembangan & Pelatihan terpadu terkait Kerbau di Provinsi Sumsel Pembangunannya akan mulai dilaksanakan pada tahun 2015 mendatang dengan tahapan awal yakni pembebasan lahan seluas 10 HA di Kawasan rambutan Desa Rambutan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai menggelar rapat bersama Pendiri Sekolah Peternakan Rakyat, Prof. Muladno dan Konsultan Pembangunan rumah sakit hewan Provinsi Sumsel dari IPB Prof. Bambang Ponco dalam rangka Pengembangan Kerbau Rawa (Pampangan) di Desa Rambutan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Selasa (23/12) di Ruang Rapat Gubernur Sumsel.

Selain pusat pengembangan Kerbau rawah Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menyiapkan fasilitas pendukung diantaranya Rumah sakit hewan provinsi sumsel yang saat ini pembangunannya tengah berjalan.

Tujuan pusat pengembangan Kerbau Rawa ini antara lain Sebagai Pusat Pembiakan (Breeding), perbaikan dan Pengembangan genetika Populasi Kerbau Pampangan sebagai salah satu Plasma Nutfah asli Indonesia dan menjadikan Kerbau Pampangan sebagai salah satu jenis Kerbau Rawa (swamp buffalo) terbaik di dunia, Sebagai tempat untuk menciptakan populasi dasar untuk membentuk populasi inti dalam sistem perbaikan genetik dengan berdasarkan segitiga populasi, Sebagai Pusat Penelitian berkelanjutan terkait manajemen pengelolaan kerbau, yaitu antara lain : Pertama, Seleksi, penerapan animal recording secara individual untuk perbaikan genetik, manajemen pakan berdasarkan formula protein rendah dan energi tinggi, manajemen reproduksi yang meliputi early pregnancy, early milk production, synchronization oestrous, dan manajemen kesehatan hewan dan penyakit.

Kedua, Sebagai Pusat meningkatkan dan Pengembangan Produk Olahan yang dihasilkan oleh Kerbau, seperti : Susu, Keju Mozarela, Daging, Kulit dan produk turunan/olahan lainnya, dalam rangka diversifikasi pangan/gizi dan peningkatan pendapatan rumah tangga/masyarakat dan dapat disinergikan dengan Program kegiatan PKK Provinsi Sumatera Selatan,

Ketiga, Terjaminnya populasi dan ketahanan pangan/gizi, menunjang swasembada daging di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Selatan, Sebagai tempat agrowisata anak-anak sekolah dasar, SMP, SMU, dan mahasiswa untuk lebih mengenal tentang produk-produk hasil peternakan, Menjadikan Provinsi Sumatera Selatan sebagai Provinsi rujukan/kiblat/center terkait pengembangan ternak kerbau dan ternak Ruminansia lainnya. Serta tujuan-tujuan lainnya yang bersifat komersial dalam jangka panjang.

Konsultan Pembangunan rumah sakit hewan Provinsi Sumsel dari IPB Prof. Bambang Ponco Dalam paparannya mengenai rumah sakilt hewan Provinsi Sumsel yang dibangun tepatnya di depan Kantor Lurah Suka Bangun KM 5 Palembang ini, Capaian sampai tahun ini pembangunan fisik sudah mencapai 50 persen sedangkan fasilitas lainya belum dimulai menunggu pembangunan fisik selesai.

“Tahun ini baru bangunan fisik. Dari hal itu semua perlengkapan sudah disiapkan. Diperkirakan Akhir tahun 2015 sudah dapat dilakukan rekrutmen SDM seperti Dokter hewan dan tenaga medis untuk RS Hewan Provinsi Sumsel,” Terangnya.

Sementara, Pendiri Sekolah Peternakan Rakyat Prof Muladno, dalam paparanya mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah untuk pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat yang ada di Sumsel yang saat ini sudah ada di tiga kabupaten yakni Banyuasin, MUBA, dan Ogan Ilir.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin Mengatakan tahun 2015 Pembangunan fisik Rumah sakit hewan harus sudah selesai. “Namun untuk pengisian fasilitas direncanakan awal 2016 dan pertengahan 2016 sudah dapat oprasional,” Pungkasnya.

Selain itu mengenai pengembangan sekolah peternakan rakyat yang ada di tiga Kabupaten di Sumsel, Gubernur Alex Noerdin akan memanggil Bupati dan kepala dinas peternakan dari tiga Kabupaten yakni Banyuasin, Muba, dan Ogan Ilir agar dapat mendukung pengembangan sekolah Peternakan rakyat di Sumsel. (FK)

Beri komentar