Home » Program » Jazz On Trijaya » Economics Jazz » Casiopea 3rd Economics Jazz 2013

Casiopea 3rd Economics Jazz 2013

PSEKP JAZZ

Grup fusion jazz legendaris kelas dunia,Casiopea 3rd, secara mengejutkan memastikan akan hadir di Yogyakarta, atas undangan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB-UGM), pada hari Sabtu 30 November 2013 mendatang, di Grand Pacific Hall, Yogyakarta. Grup ini akan datang dengan formasi Issei Noro (gitar), Akira Jimbo(drums), Yoshihiro Naruse (bass) danKimiko Otaka (keyboards). Mereka bersama rombongan, total berjumlah 15 orang, akan berada di Yogyakarta selama tiga malam sejak Kamis 28 November hingga 1 Desember 2013.

“Kami sudah menjalin kontak dengan manajemen Casiopea 3rd sejak setahun yang lalu. Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya grup kelas dunia tersebut bersedia hadir meramaikan event tahunan Economics Jazz yang kini sudah memasuki jilid ke-18, sejak pertama kali diselenggarkan pada 1987,” kata promotorA. Tony Prasetiantono, yang juga dosen UGM dan pengamat ekonomi. Konser tahun ini diharapkan mengulang pencapaian sukses besar tahun lalu yang menghadirkan pianis kelas dunia David Benoit. Konser Casiopea 3rd ini disponsori oleh Bank Permata.

Casiopea adalah nama grup fusion-jazz Jepang yang amat terkenal di seluruh dunia pada dasawarsa 1980 dan 1990-an. Grup ini didirikan pada 1976 oleh Issei Noro (gitar), Tetsuo Sakurai (bass) dan Hidehiko Koike (keyboards). Pada 1977, Minoru Mukaiya (keyboards) dan Takashi Sasaki (drums) bergabung dengan grup ini, sedangkan Hidehiko Koike keluar. Casiopea mengeluarkan album pertama kali berjudul Casiopea pada 1979, dengan menampilkan bintang tamu Randy Brecker dan Michael Brecker. Pada 1980, Takashi digantikan drummer yang kemudian menjadi bintang Casiopea hingga sekarang, yakni Akira Jimbo. Casiopea telah merilis lebih dari 35 album, yang diproduksi di Jepang maupun Amerika Serikat.

Casiopea sering berkolaborasi dengan musisi jazz papan atas Amerika Serikat, seperti Lee Ritenour danHarvey Mason. Warna musik Casiopea yang sangat khas dan enak didengar−terutama mengombinasikan jazz dengan pop, rock, dan R and B−telah banyak menginspirasi grup-grup fusion jazz Indonesia, sepertiKarimata, Krakatau, Bhaskara, Emerald, Funk Section, Spirit Band, dan lain-lain, pada 1985-1990. Mereka sudah empat kali main di Jakarta, pada 1984, 1988, dan 2012. Konser di Yogyakarta pada 30 November 2013 merupakan yang pertama di Indonesia di luar Jakarta.

Casiopea sempat mengalami vakum, karena jenuh, pada 2006, selama enam tahun. Pada periode tersebut Issei Noro dan Akira Jimbo membentuk grup Inspirits. Mereka kemudian melakukan come back dengan nama baru Casiopea 3rd pada September 2012 dalam Tokyo Jazz Festival.

Selain Casiopea, panitia juga mengundang grup jazz papan atas nasional, Idang Rasjidi Syndicate. Idang akan didampingi oleh saxophonist Didiek SSS dan drummer muda yang tengah naik daun, Echa Soemantri“Sejak kecil, saya sudah mengimpikan bermain satu panggung dengan Casiopea yang drummer-nya adalah idola saya, Akira Jimbo. Saya tidak membayangkan mimpi tersebut bakal menjadi kenyataan, justru di Yogyakarta. Terima kasih pada UGM yang mengundang saya,” kata Echa, putra dari musisi senior Willy Soemantri tersebut. Sementara itu, penyanyi pop yang memiliki warna kuat rythm and blues, Marcell Siahaan, juga akan ikut meramaikan acara ini.

Meski berstatus sebagai konser berkelas dunia, panitia menawarkan tiket kelas rakyat, mulai dari Rp 50.000 (kelas bronze) hingga tertinggi hanya Rp 350.000 (diamond). Ini adalah bagian dari komitmen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM untuk memberi hiburan berkualitas dengan harga tiket terjangkau, yang khas UGM.

Further info contact:
 
Edo 0856 4345 9559.           Ninis 0858 6857 0199.

http://www.economicsjazz.com

Beri komentar