Home » Program » Jazz On Trijaya » Jak Jazz » Gundul Gundul Pacul Rasa Jazz dari KUNOKINI

Gundul Gundul Pacul Rasa Jazz dari KUNOKINI

JAK JAZZ 2008 ( Laporan hari ke-1 )

img_0626

Kunokini beraksi di Orion Stage

Hari pertama penyelenggaraan Jak Jazz 2008 , penonton lebih banyak terfokus pada penampilan Kyoto Jazz Massive, kelompok yang personilnya dari Inggris dan Jepang ini memang sudah banyak ditunggu pecinta jazz Indonesia, sehingga tidak heran apabila mereka tampil di Special Show Jak Jazz 2008. Selain itu juga tampil Lica Cecato, Ray Harris,Marina Xavier,Enrique Marcos sedang dari Indonesia ada nama Tompi,Indra Lesmana,Iga Mawarni,Zarro,Beben,Clorophil juga Salamander Big Band.

Penampilan Kyoto Jazz Massive, yang dimotori oleh dua orang DJ, Okino Shuya a.k.a. “Black Finger” dan Okino Yoshihiro a.k.a “Commander of Especial” dirasa selaras tema JakJazz kali ini, ”A Whole Lotta Jazz!” Mereka menyuguhkan kekayaan sekaligus esensi musik jazz, yaitu improvosasi. Dengan improvisasi, tidak ada yang baku dan kaku dalam musik jazz, semuanya bebas dan lepas demi mengapresiasi keindahan musik itu sendiri. Dan perfomance Kyoto Jazz Massive dengan beragam repertoire Nu-jazz yang dimainkan kental dengan broken-beat mampu membuat audience Jak Jazz bergoyang.

img_0495

Kelompok Jepang Kyoto Jazz Massive full konsep jazz on the beat

Di panggung yang lain Boi Akih cukup mendapat respon dari penonton musisi kelahiran pulau Haruku di Maluku yang sudah menetap lama di Amsterdam ini bermain bersama guitarist Niels Brouwer and vocalist Monica Akihary serta Mike Del Ferro. Konsep musik yang ditawarkan lebih cenderung ke world music dimana unsur jazz dipadukan dengan varian dangdut juga musik tradisional India dengan blues serta musik padang pasir arab dengan rhythm dari Afrika Selatan.

Musisi kelaharian Maluku Boi Akih kolaborasi dengan Mike Del Ferro

Musisi kelaharian Maluku Boi Akih kolaborasi dengan Mike Del Ferro

Ray Harris & The Fusion Experience tampil memikat, Raymond Harris jebolan The International Jazz Institute dengan piano, organ, clavinet, dan Rhodes-nya sangat harmoni dengan grupnya memainkan konsep jazz, soul, funk, rock, house, classical dengan balutan dance dengan banyak mendapat influence dari musisi jazz legendaris Thelonious Monk dan Dave Brubeck.

Aksi Ray Harris bermain keyboard dengan The Fusion Experience

Aksi Ray Harris bermain keyboard dengan The Fusion Experience

Musisi Indonesia yang tampil dan banyak mendapat respon karena keunikannya adalah kelompok KUNOKINI, ini adalah sekumpulan mahasiswa Universitas Paramadina Jakarta, mereka memainkan musik instrument tradisi lintas jaman, personilnya Adhi,Astari,Firzy dan Akbar memainkan alat musik etnik tiup dan perkusi seperti saluang,djembe,suling padang.Beberapa komposisi lagu jawa seperti gundul-gundul pacul,rasa sayange dan yamko rambe yamko menjadi unik diaransemen mereka.(Eko Adji)

Satu komentar untuk “Gundul Gundul Pacul Rasa Jazz dari KUNOKINI”

  1. segomegono

    Weleh weleh weleh, judulnya kok menussssuk banget, gundul gundul pacul.
    Dan mas eko kelihatan semangaaaaat banget deh kalo mbahas soal jazz.rasanya memang jazz lagi mewabah di seantero nusantara. Dan memang jazz enak di dengar en perlu yaaaaaaa. thanksssssssssssssssss

Beri komentar