Home » Program » Jazz On Trijaya » Jak Jazz » Komunitas Jazz Mendapat Porsi Di Jak Jazz 2008

Komunitas Jazz Mendapat Porsi Di Jak Jazz 2008

JAK JAZZ 2008 ( HARI KE-2 )

Abraham Laboriel dengan Open Hands Project

Abraham Laboriel dengan Open Hands Project

Hari ke-2 Jak Jazz 2008 (29 Nop) di panggung concert hall untuk special show ada penampilan Abraham Laboriel dengan bentukan band-nya yaitu Open Hands. Abraham Laboriel di mata pecinta jazz Indonesia sudah cukup akrab,bassist kelas dunia asal Mexico ini telah bermain di lebih dari 4000 rekaman dan soundtracks. Dia adalah pelopor mencuatnya kelompok Frienship dan Koinonia. Oleh The LA Chapter of Naras ditetapkan sebagai Most Valuable Player instrument bass selama 3 tahun berturut-turut selain juga penghargaan sebagai dokter musik di Barklee College of Music. Personil lainnya adalah Justo Almario yang memainkan saxophones sopran dan tenor,clarinet dan flute.Sedangkan pemain drum-nya adalah Bill Maxwell yang juga tergabung dengan Koinonia.Keyboard dipegang Greg Mathieson yang pernah bikin album dengan gitaris beken Larry Carlton.Keempat orang ini terlibat dalam proyek band Open Hands yang penampilannya banyak mendapat appreciate dari penonton Jak Jazz.Komposisi Fusion dengan sisipan rock,latin,samba,kadang blues tersaji dengan break-break yang memukau.

Gaya Impresif dari Michelle Nicolle Quartet dari Australia

Gaya Impresif dari Michelle Nicolle Quartet dari Australia

Penonton di panggung Jazz Bar sangat terpesona dengan permainan Michelle Nicolle Quartet.Namanya di Australia sebagai musisi jazz banyak mendapat pujian sehingga pernah mendapat National Jazz Award (1998). Keunikan Michelle adalah dia sering menggunakan suara sebagai instrumennya selain juga menguasai alat biola.Bersama quartet-nya Michelle dalam repertoarnya secara spontan selalu melakukan improvisasi dan mampu bernyanyi dengan hati.

Sesuai tema Jak Jazz 2008 ini ‘A Whole Lotta Jazz’ yaitu ditampilkannya beragam format musik dalam jazz.Penampilan DJ Shuya dari Jepang menjadi buktinya.Shuya Okino selain seorang DJ juga penulis lagu serta musik selector.Album solonya United Legends (2006) unik karena diciptakan melalui kolaborasi dengan 10 vokalis dan 10 produser dengan komunikasi via email.Jam terbang DJ Shuya di club-club jazz lumayan tinggi bahkan pernah menerbitkan buku (2005).Atraksi-nya di panggung skyline terrace mampu membuat penonton menggoyang badannya.

Indra Lesmana Reborn memukau dengan skill musikalitasnya

Indra Lesmana Reborn memukau dengan skill musikalitasnya

Hari ke-2 Jak Jazz 2008 musisi jazz Indonesia yang banyak mendapat apriciate adalah penampilan Indra Lesmana Reborn.Bahkan 1 jam sebelum tampil penonton rela duduk menunggu dalam Concert Hall.Bersama kelompoknya Reborn, Indra Lesmana menawarkan konsep musik dengan basic fusion dengan eksplorasi warna World Music.Skill Indra begitu dominan dalam harmonisasi memainkan keyboard,piano dan syntesezier dengan bunyi-bunyian yang unik.

Om Ireng Maulana selaku penanggung jawab event ini mengatakan “Penonton di hari ke-2 ini meningkat luar biasa dibanding kemarin,semoga sajian kolaborasi musisi-musisi jazz manca dan dalam negeri dapat menjadi influence skill musikalitas mereka”.Dengan melibatkan penampilan band-band dari komunitas jazz di Jakarta diharapkan juga menjadi komunikasi dan sosialisasi musik jazz itu sendiri.Menurut Om Ireng rencana tahun depan terbuka buat komunitas jazz luar jawa seperti Palembang Jazz Community untuk dapat terlibat dan tampil di Jak Jazz.(Eko Adji)

Satu komentar untuk “Komunitas Jazz Mendapat Porsi Di Jak Jazz 2008”

Beri komentar