Home » Program » Jazz On Trijaya » Ngayogjazz » Ngayogjazz 2014 Tung Tak Tung Jazz

Ngayogjazz 2014 Tung Tak Tung Jazz

 

lgo

Tung Tak Tung JazzBerangkat dari ide awal untuk bergembira di tahun yang penat, Ngayogjazz kali ini mengangkat konsep Tung Tak Tung Jazz, bebunyian yang dilisankan yang juga menggambarkan kegembiraan. Tung Tak Tung Jazz merupakan rangkaian bebunyian dari alat musik tradisional, salah satunya kendang, yang biasa menjadi sebuah awalan atau intro. Jika dimaknai lebih dalam lagi, intro di sini merupakan sebuah proses untuk membuka atau memulai suatu hal yang besar. Termasuk dalam hal ini adalah tujuan Ngayogjazz yang berharap bisa menjadi intro atau awalan untuk memulai proses regenerasi musisi jazz Indonesia.

Proses pembukaan ini diharapkan memberikan jalan bagi generasi musisi jazz muda Indonesia, supaya dengan ekspresi yang mereka tumpahkan dalam musik jazz mampu menjadi tonggak baru musik jazz Indonesia. Selain itu juga Ngayogjazz memaknai musik jazz sebagai musik yang penuh kegembiraan. Hal itulah yang juga tergambar dalam kata Tung Tak Tung Jazz. Anggap saja tahun 2014 ini merupakan tahun yang penat, oleh karena itu tidak ada salahnya jika kita berhenti sejenak dengan segala aktifitas kita kemudian bergembira untuk melepaskan penat. Kegembiraan ini layak pula kita rayakan dengan menyaksikan banyaknya musisi jazz muda yang semakin hari semakin gemar untuk mengeksplorasi kekayaan lokal pada musik-musiknya. Jadi mari bergembira setelah nada berikut: Tung Tak Tung Jazz!

Penampil (Musisi dan Kesenian)

  1. Mezcal Jazz Unit (Perancis)
  2. TUSLAH QUARTET
  3. ESQI:EF (Syaharani and Queenfireworks)
  4. Bintang Indrianto
  5. Balawan Trio
  6. Dewa Budjana Trio
  7. Shadu Band
  8. Gondo Trio
  9. Van Java – bagian dari Indonesia Mahardika          Project
  10. Jay & Gatra Wardaya with Garmin
  11. Miyoshi Masato
  12. Groove ‘n Roll
  13. Mahesa and Friends
  14. Frau
  15. Aljabar
  16. YK Samarinda
  17. Haryono and Friends
  18. Orkes Keroncong Tresnawara (ISI Yogyakarta)
  19. Duo Bajo

 (Komunitas)

  1. Gubuk Jazz Pekanbaru
  2. Pekalongan Jazz Society
  3. Solo Jazz Society
  4. Jazz Ngisor Ringin
  5. Batam Jazz Forum
  6. Jazz mBen Senen
  7. Etawa Jazz
  8. Jogja Blues Forum

Sebagai sebuah pesta budaya, Ngayogjazz menjadi rumah yang menaungi segala bentuk peristiwa budaya dengan sifatnya yang terbuka. Tidak berusaha untuk terkesan eksklusif tetapi berusaha merangkul banyak pihak termasuk dalam hal ini adalah warga tempat di mana Ngayogjazz digelar. Warga sendiri tidak hanya menikmati acara tetapi juga terlibat langsung di dalam acara. Ada kesenian tradisional yang disajikan sekaligus pasar Jazz yang kemudian dapat diikuti oleh warga. Tentu saja satu hal yang khas dari Ngayogjazz adalah menyajikan suguhan terbaik tanpa memungut biaya sepersen pun untuk dapat menikmatinya. Anda bisa menikmatinya secara gratis, bahkan banyak juga pihak-pihak yang ikut terlibat di dalam acara ini termasuk komunitas-komunitas yang ada di Yogyakarta.

Ngayogjazz sudah berjalan semenjak tahun 2007, membuka ruang bagi komunitas dan juga musisi-musisi muda untuk berkembang. Jadi bagi anda yang menikmati Ngayogjazz tidak hanya disuguhkan para musisi yang mapan dan sudah memiliki jam terbang tinggi tetapi juga musisi muda yang tidak kalah kreatif dan berpotensi. Sejak tahun 2009, Ngayogjazz mendukung para musisi jazz muda untuk mendokumentasikan karya dan menunjukkannya kepada publik dalam acara ini. Tidak hanya itu, ada juga workshop yang digelar untuk menjadi ruang bertemunya musisi senior dengan para musisi muda dan juga kolaborasi di atas panggung oleh dua generasi yang ada. Proses persemaian bibit-bibit muda jazz inilah yang kemudian menjadi salah satu tujuan digelarnya Ngayogjazz.

Memasuki umur se-windu, tidak hanya memberi porsi lebih besar pada musisi jazz muda tetapi juga mengundang musisi senior yang menjadi pemicu untuk generasi yang akan datang. Pesta budaya Ngayogjazz kali ini lebih menekankan pada kebersamaan untuk menjadi harmoni yang selaras. Jadi tidak hanya dialog antara musisi dan penikmat jazz yang terjadi di dalamnya tetapi juga bersama masyarakat setempat untuk membangun kerukunan dan kebersamaan dalam sebuah jamming session yang besar bernama Ngayogjazz.

Tahun 2014 kali ini, untuk melepaskan sejenak kepenatan dari tahun yang melelahkan, Ngayogjazz membawa kita bergembira mengedepankan tagline Tung Tak Tung Jazz. Berangkat dari filosofi kendang, tagline ini berusaha untuk mengangkat bahwa ada dua sisi pada kendang yang mempunyai bunyi yang berbeda. Jika didengarkan baik-baik, nada kendang ini juga penuh dengan nuansa kegembiraan dan suka cita. Jika kendang dimainkan dengan baik dan benar maka akan  menghasilkan ritme yang indah.

Hal inilah yang kemudian berusaha untuk digambarkan dalam Ngayogjazz, membawa kegembiraan dan juga memberi ruang untuk setiap perbedaan dengan tujuan agar perbedaan tersebut dapat berjalan beriringan dalam kerukunan. Dengan harapan ruang ini akan menjadi ruang tumbuh dan berkembangnya tunas-tunas muda yang eksploratif, inovatif, dan kreatif, yang nantinya akan menjadi harapan baru bagi musik jazz Indonesia. Selain itu juga Ngayogjazz juga berupaya untuk berkontribusi dengan memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang kesenian tradisional. Karena lokasinya yang berada di desa dan sifatnya gratis, membuat Ngayogjazz dapat merangkul masyarakat lintas sosial sehingga bisa memunculkan satu fenomena menarik. Masyarakat modern menyaksikan kesenian tradisional sedangkan masyarakat desa menikmati sajian musik jazz. Fenomena lintas kultur semacam inilah yang kemudian diharapkan mampu untuk membentuk kepribadian masyarakat yang peduli terhadap kesenian yang ada disekitar mereka dan berlanjut hingga kedepan nanti.

Beri komentar