Home » Program » Jazz On Trijaya » The History of Jazz » NEW ORLEANS EDISI – 2 - Trijaya FM Palembang

NEW ORLEANS EDISI – 2

Para musisi jazz kemudian keluar dari New Orleans.Dengan kapal mereka menelusuri sungai Mississippi menuju hulu.Beberapa di antara mereka akhirnya main di kapal-kapal tersebut.Dengan adanya kejadian itu,jazz menyebar keluar dari New Orleans menuju utara, ke Memphis,St.Louis,Chicago,Detroit dan New York. Di antara tempat-tempat tersebut, Chicago dan New York mempunyai kesempatan paling ramai dalam menampung arus musik maupun musisi New Orleans.Di kemudian hari muncul jazz dengan nafas Chicago, yang disebut Chicagoan style.New York merupakan kota idaman bagi para musisi jazz,sedang Memphis dikenal sebagai kota pencetus musik soul.
Ada dua tokoh yangs angat berpengaruh dalam perkembangan musik jazz saat itu, yaitu Sidney Bechet dan Joseph King Oliver. Sidney Bechet lahir tahun 1897, dari keluarga creole hitam.Creole adalah negro turunan (tidak semuanya hitam) namun orang Perancis atau Spanyol yang lahir di dunia baru (perantauan),sering juga disebut ‘creole’
Sidney Bechet belajar clarinet dari abangnya yang bernama Leonard (pemain clarinet dan trombone).Beberapa guru ditemuinya untuk minta belajar musik.Namun ia tidak merasa puas.Pada umur 11 tahun, ia main bersama band anak-anak seputar New Orleans.Sidney Bechet senag berkelana.Tahun 1918 ia pergi ke Chicago,New York dan pada tahun 1919 ke Eropa.
Dalam lawatannya keliling Eropa, banyak hal yang ia pelajari.Pengalamannya juga aneh-aneg.Ia pernah bertengkar dengan seorang pelacur, hingga ia diusir dari London.Lalu 11 bulan mendekan di penjara Perancis, karena menembak seorang musisi seusai cabaret di Paris. Kemudian love affairnya dengan penyanyi blues terkenal Bessie Smith.
Namun ia adalah pemain clarinet blues yang sempurna,seperti yang dikatakan oleh conductor terkenal dari Swiss,Ernest Ansermet.Tahun 1920 ia kembali ke USA.Tahun 1923 rekaman bersama Clarence Williams Blue Five. Ia kembali ke Paris dengan Noble Sizzle Band pada tahun 1929.Kemudian tahun 1930-1n bergabung dengan trumpeter Tommy Ladnier ke Jerman dan Rusia.
Ia kembali ke Paris pada tahun 1949, dan diterima sebagai warga Perancis.Tahun 1950 ia menetap di Perancis hingga meninggal pada tahun 1959.Tahun 1930-an merupakan saat buruk bagi jazz band.Tahun 1938 Bechet bekerja di penjahit untuk menyambung hidupnya,tapi ia masih ingin main musik.Lalu ia menawarkan kepada beberapa producer untuk merekam “Summertime” karya George Gershwin.Akhirnya Alfred Lion (pemilik Blue Note Recording) menerimanya.Tahun 1944 ia rekaman lagi di Blue Note dalam solonya yang berjudul “Blue Horizon”, sebuah blues dalam nada Eb dengan tempo metronome 70.(Eko Adji)

Beri komentar