Home » Program » Jazz On Trijaya » The History of Jazz » RINGKASAN PERJALANAN MUSIK JAZZ - Trijaya FM Palembang

RINGKASAN PERJALANAN MUSIK JAZZ

Jazz lahir di Amerika Serikat pada tahun 1868, itu yang ditulis oleh para peneliti sejarah jazz, yang telah disepakati oleh berbagai pihak. Walaupun lahir di Amerika Serikat, namun kini jazz bukan lagi milik bangsa Amerika, melainkan sudah menjadi milik dunia.

Jazz sudah menjadi milik umat manusia di dunia. Oleh karenanya, kita (terutama penggemar musik jazz) wajib mengetahui sejarah dan asal-usulnya. Sebelum kita membicarakan secara rinci, ada baiknya kita lihat ringkasan perjalanannya.

Musik jazz lahir dengan dasar blues. Kemudian pada sekitar tahun 1897 mulai dikenal bentuk ragtime, yang pada waktu itu berupa permainan piano tunggal di bar-bar atau saloon. Blues dan ragtime berkembang membentuk boogie – woogie.

Bentuk bentuk tersebut selain merambat pada jalurnya sendiri, juga berkembang menelusuri perjalanan musik jazz. Para peneliti mengemukakan bahwa bentuk musik jazz yang dapat dianggap sebagai awal bentuk yang berkembang dari zaman ke zaman sampai bentuk jazz sekarang, adalah bentuk musik jazz yang terdapat sekitar tahun 1915-1917.

Pada masa itu para negro di New Orleans memainkan musik jazz yang mempunyai corak khas, sehingga lazim disebut sebagai corak New Orleans.

Mereka main di bar, rumah casino dan rumah pelacuran yang tumbuh subur di New Orleans. Karena dianggap mengurangi respek masyarkat terhadap pemerintahan (sering terjadi keonaran,pembunuhan dan sebagainya), maka pada tahun 1917 club-club di New Orleans itu ditutup.

Musik jazz lalu berkembang keluar New Orleans, dibawa oleh para musisinya menelusuri sungai Mississippi ke sebelah utara (New York,St. Louis, Chicago.Memphis,Kansas City,Detroit, dan lain lainnya).

Sekitar tahun 1920, di New Orleans muncul pula istilah trad band,namun kurang diketahui bagaimana bentuk musik yang dibawakan oleh trad band tersebut.

Bentuk-bentuk musik tersebut-pun berkembang lagi menjadi bentuk dixieland. Sebetulnya dixieland adalah nama julukan untuk USA. Ada yang menyebutkan bahwa pada awalnya musik dixie ini tanpa menggunakan drum set, tapi memakai semacam kayu bergerigi seperti alat pencuci pakaian,ditambah trumpet (horn,cornet),trombone,clarinet,banjo dan tuba.

Kemudian digunakan pula piano, guitar sebagai pengganti banjo, dan string bass sebagai pengganti tuba serta menggunakan drum set. Dalam musik dixie, improvisasi dilakukan secara bersama-sama oleh para soloist dari awal sampai akhir.

Bentuk berikutnya adalah swing. Dalam swing, improvisasi dilakukan dengan cara silih berganti. Dikatakan swing karena musiknya bergoyang-melayang, iramanya lebih berexpressi. Bila pada dixie menggunakan beat 8, maka pada swing sudah menggunakan triplet atau beat 16.

Dengan demikian rhythm pada swing terasa lebih menggelitik. Era swing ini berlangsung dari awal dekade 30-an hingga pertengahan dekade 40-an. Karena swing melanda hampir seluruh pelosok USA, maka lalu dinyatakan sebagai kebudayaan Amerika atau lazim disebut dengan istilah Mainstream.

Selanjutnya, mulai awal dekade 40-an jazz memasuki era be bop. Musik be bop merupakan pelampiasan protes kaum negro. Suasana Perang Dunia II membuat orang-orang (termasuk musisi) menjadi frustrasi.

Oleh karenanya, dalam dekade 40-an terjadi pencetusan bentuk-bentuk musik baru, misalnya jump band. Jump band adalah bentuk group yang membawakan musik yang mengandung unsur humor/kelakar, biasanya dengan lyric yang cenderung porno. Jump band ini kemudian bercabang ke R & B serta mengilhami bentuk rock ‘n roll yang juga merupakan kelanjutan bentuk perkembangan boogie – woogie ke arah bentuk musik pop / rock. (Eko Adji)

Beri komentar