Home » Program » Jazz On Trijaya » The History of Jazz » ERA MODERN JAZZ - Trijaya FM Palembang

ERA MODERN JAZZ

Pada be bop, batasan-batasan yang berlaku dalam swing diperlonggar dan lebih expresive serta lebih progressive. Oleh karenanya, sejak masa be bop muncullah istilah progressive jazz, dan musik jazz dinyatakan memasuki era modern jazz.

Munculnya musik rock yang melanda dunia menjadi saingan berat bagi perjalanan musik jazz. Akhirnya be bop runtuh dan musik jazz bersifat dingin, maka muncul istilah coll jazz, berlangsung dari tahun 1949 hingga tahun 1951. Pada masa-masa itu musik jazz mengalami masa transisi, karena terdesak oleh menggeloranya musik rock.

Pada masa modern jazz, atau tepatnya memasuki dekade 60-an, timbul bentuk musik yang disebut dengan istilah soul dan funk. Soul timbul dari gereja gospel dengan pengaruh blues.Sedang funk punya arti lebih keras dari tusukan peniti, atau kemungkinan besar punya maksud mengenai sesuatu yang ada hubungannya dengan bau badan. Hal tersebut dapat diartikan tentang keduniawian, karena funk lebih cenderung untuk komersial.

Di samping dua bentuk musik tersebut, ada bentuk yang masih setia pada alur utama jazz, yaitu yang disebut sebagai hard bop.

Mulai dekade 60-an itu, jazz sudah beranjak meninggalkan alur utama, dan membentuk beberapa aspek jazz yang merupakan cabang-cabang jazz, yaitu jazz latin dan jazz rock.

Jazz memang supel, oleh sebab itu ia ingin beradaptasi dengan jenis musik lain dan luwes di berbagai lapisan/golongan masyarakat pecinta musik, jazz itu sendiri ingin membebaskan diri dari ikatan-ikatan yang membatasi ruang geraknya. Akhirnya jazz memasuki masa yang disebut sebagai era free jazz.

Dalam era free jazz ini, para musisi jazz berkarya dengan bebas menuruti kemauan yang tersirat dalam hatinya.Untuk itu para pendengarnya dituntut untuk lebih konsentrasi dalam menelaah ‘maksud’ permainannya.

Kadang kadang mereka (musisi) cenderung untuk memasukkan hal/mode yang sedang musim, jadilah contemporary jazz. Hasilnya belum tentu bisa diterima oleh masyarakat jazz. Ada yang sulit sekali diterima,walaupun orang tahu bahwa ‘isi’-nya memang mengandung jazz, dan kemudian dinamakan saja dengan abstrak jazz.

Bahkan ada banyak experiment yang dicemooh, karena dianggap nyeleweng dari jalur jazz.Para musisi jazz, terutama yang berasal dari Eropa atau yang lama belajar di Eropa, memasukkan repertory-repertory klasik ke dalam tubuh jazz.

Hal ini sudah dimulai sejak dua dekade sebelumnya.Namun pada dekade ini, hal tersebut semakin nyata. Banyak yang menyentuh mode barock karya J.S. Bach, yang diistilahkan sebagai barock jazz. Di Eropa muncul bentuk avant garde.

Era free ini mendorong musisi jazz untuk mencoba berbagai kemungkinan dalam mengolah jazz,termasuk penggunaan alat electric. Sebab itu, mulailah era electric jazz pada tahun 1970.

Meninggalkan corak accoustic jazz, permainan instrument listrik yang bak berlomba diproduct seperti electric piano,synthesizer dan lain lain. Agaknya alat-alat tersebut memberi keleluasaan kerja para musisi dalam mencipta aneka macam karakter sound. Dalam dekade 80-an ini, bahkan jazz telah menggunakan system computerize.

Melalui era electric jazz, berlanjut dengan bentuk fusion atau jazz crossover , yang lebih mudah dicerna, sebagai ‘jembatan’ bagi orang yang ingin mengenal jazz. Bahkan muncul pula Jazz pop serta jazzy, dimana polesan jazz-nya amat tipis.(Eko Adji)

Beri komentar