S W I N G

Swing mulai memancar pada awal dekade 1930-an. Berbeda dengan ragtime,dixieland dan country yang menggunakan tempo 2/4,3/4,4/4 bahkan 6/8 dengan beat 8, maka swing dengan tempo 4/4 menggunakan triplet atau bahkan menggunakan beat 16. Pada swing, improvisasi dilakukan silih berganti, seperti suatu dengar pendapat layaknya.
Dalam era swing inipun banyak terdapat musisi yang berperan, misalnya pianist Teddy Wilson. Ia dilahirkan di Austin Texas pada tahun 1912. Ia belajar piano dan biola di Tuskegee selama 4 tahun, lalu beralih ke teori musik di Talladeg College. Teddy Wilson adalah satu-satunya pianist hitam beken yang meneruskan gaya Earl Hines. Yang tiga lainnya adalah pianist kulit putih Jess Stacy, Joe Sulivan dan Mel Powell.
Tahun 1963 ia bekerja pada Benny Carter Band yang memperkenalkannya pada musik dunia. Dua tahun kemudian, bersama Benny Carter membuat trio dengan seorang drummer amatir muda. Ia juga merasa cocok dalam trio bersama Benny Carter dan Gene Krupa. Kemudian Wilson bergabung dengan Benny Goodman sampai tahun 1939. Mereka sering mengiringi vocalist Billie Holliday hingga vocalist tersebut terkenal.
Ada lagi pianist lainnya, yaitu Mel Powell. Ia lahir di New York City tahun 1923. Ia mulai bermain bersama Eddie Condon. Pada usia 17 tahun (1941), ia bergabung dengan Benny Goodman. Sementara Perang Dunia I berlangsung, ia bermain bersama Glenn Miller Army Air Force Band yang terkenal saat itu. Sesudah perang selesai, Powell belajar komposisi pada Hindemith.
Mel Powell punya ciri permainan single note runs seperti Earl Hines. Tangan kanannya menunjukkan bahwa ia mempunyai teknik permainan yang tinggi. Latihan-latihan dengan dasar klasik Eropa menjadikan jari-jarinya dapat lari lebih rata bila dibanding dengan pianist-pianist lainnya saat itu.
Seorang trumpeter kenamaan dalam era swing ini antara lain Roy Eldridge. Ia dilahirkan di Pittsburgh tahun 1911. Sebagi musisi, ia banyak belajar sendiri dan tak belajar membaca (note) hingga menjadi musisi profesional yang autodidak dan main secara feeling. Pada umur 6 tahun sudah menunjukkan sebagai anak yang pandai main drum. Umur 16 tahun ia ikut band jalanan.
Dalam belajar trumpet, Roy Eldridge banyak mendengarkan Louis Armstrong. Hal ini dapat dilihat dari permainannya pada chorus lagu

Beri komentar