Home » Program » Movie Trailer » Kata Garin Nugroho soal Film tentang Kemiskinan Indonesia Masuk Nominasi Oscar!

Kata Garin Nugroho soal Film tentang Kemiskinan Indonesia Masuk Nominasi Oscar!

Stand van de Sterren

Palembang – Film dokumenter tentang Indonesia Stand van de Sterren (posisi bintang gemintang) yang dibuat sineas Belanda, Leonard Retel Helmrich, berhasil lolos nominasi Oscar. Bagi sineas Belanda sendiri, ini prestasi besar dalam industri perfilman Belanda. Soalnya, belum pernah ada seorang sineas “Negeri Kincir Angin” itu yang lolos nominasi Oscar kategori tersebut. Untuk Indonesia, baru kali inilah sebuah film dokumenter bertema keluarga Indonesia masuk ke Piala Oscar.

Kisah filmnya tentang keluarga muslim-kristen di Indonesia.Sang sutradara, Leonard, kebetulan juga keturunan Indo Belandan Sutradara yang fasih berbahasa Indonesia mengangkat problematika sebuah keluarga di Indonesia, mulai dari kemiskinan, pengangguran hingga kritik untuk pemerintah seperti korupsi dan sekelumit dunia politik dinegri ini yang diyakini sutradara sebenarnya cermin masalah di dunia.

Film ini sangat menggugah hati, membangkitkan motivasi, Saya suka olahan apik film ini, Apakah Film ini menjadi kebanggaan buat bangsa Indonesia? Film yang mengkritisi aktivitas korupsi pemerintah, kemiskinan dan kesenjangan sosial Bangsa Indonesia akan di tonton rakyat dunia, Membanggakan atau Memalukan menurut Anda?

Menyoal hal tersebut Bangga atau malu kah ketika potret dinegeri kita difilmkan dengan apa adanya ?, terhubung melalui telpon selulernya Garin Nugroho sineas kawakan indonesia dimintai pandangan nya dalam Movie Trailer (25/9). “memang dirasakan sedikit dongkol dihati ketika hal buruk diekspos namun hal itu bukanlah masalah dalam film, cerita dan plot apapun asalkan lahir dari fakta dan riset yang baik kesemuanya harus diberi APRESIASI kan masuk Oscar teknik dan pendata-an nya oke, jadi boleh sedikit malu dan banyak bangganya karena film ini menjadi kritik untuk pemerintah dan semua kalangan yang harus berbenah,

Ditanya tentang ada apa dengan sineas indonesia kenapa ide dan cerita film ini orang asing yang malah menelurkan nya. “Melihat hal ini memang teknologi dan segala macam teknik pen-dokemnter-an kita sedikit tertinggal dibandingkan asing walau diakui secara parsial (satu atau lebih) teman-teman sudah mampu menggalih dan mem-filmkan konten nya berangkat dari riset atau inevstigatif suatu saat akan tampil kepermukaan nantinya sineas indonesia yang membanggakan, perlu waktu saja”. Tegas Garin N.

Film Stand van de Sterren atau versi inggris nya position among the stars (posisi bintang gemintang) menjadi berita terpopuler dan banyak dicari pembaca portal berita. Sempat dipublish oleh Adi Supriadi, jurnalis warga yang menulis pandangannya mengenai film dokumenter ini di Kompasiana. Minggu sore itu pun (25/9) juga mewawancarainya, ketika film tema indonesia menembus Oscar dengan cerita yang berisi riset tetapi banyak hal negatif didalamnya apakah kita harus malu atau bangga ? Adi pun dengan nada menyeka nafas bertutur “sebenarnya mas ya kita harus malu hal-hal yang buruk tentang kita ditonton jutaan mata dunia walau film ini prestasinya gemilang, persoalan semacam itu (kemiskinan, korupsi dsb) menjadi nilai jual kita dan pemerintah adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk menuntaskanya”

Pria yang juga mantan penyiar sekaligus kritikus film didunia maya ini pun jauh-jauh hari sebelumnya telah menulis tentang film ini seperti bisa anda lihat di http://www.kompasiana.com/adisupriadi Menurutnya, film ini merupakan trilogi dari dua film sebelumnya, Stand van de Zon (mata hari) dan Stand van de Maan (bentuk bulan), yang juga telah merebut sejumlah penghargaan internasional.

Selama kurang lebih 12 tahun, Pembuat film Leonard Retel Helmrich meneliti kehidupan Bangsa Indonesia dengan ikut tinggal dari daerah kumuh Jakarta. Sama seperti sebelumnya dua Film sebelumnya tentang kemiskinan dan kesenjangan hidup Bangsa Indonesia telah banyak memenangkan penghargaan Internasional. Film yang terakhir berjudul “Stand van de Sterren” adalah Film Trilogi dari dua film sebelumnya “Stand van de Zon” dan “Stand van De Maan”, Sang Pembuat Film terus menunjukkan pola yang mendasari kehidupan di Indonesia yaitu “KORUPSI DAN KEMISKINAN”, Film Trilogi ini sudah mendapatkan penghargaan seperti :

– Winner of ‘Best International Documentary’ IDFA 2010
– Winner ‘Special Jury Award’ SUNDANCE 2011
– Winner ‘Big Stamp’ ZagrebDocs 2011
– Winner ‘Special Jury Mention’ Silverdocs 2011

Kerja apik tim membuat kerja kamera menjadi sangat revolusioner. Diceritakan dalam Film tersebut sebuah Keluarga Indonesia yaitu Sjamsuddin merupakan gambaran masalah yang paling penting dari kehidupan di Indonesia seperti Korupsi, Kemiskinan, Pelacuran, konflik antar agama, kecanduan judi, kesenjangan generasi dan perbedaan tumbuh antara miskin dan kaya.

Bangsa Indonesia yang terlena dengan mimpi-mimpi rakyat miskin untuk menjadi kaya, susahnya mencari kehidupan di Ibukota, ancaman putus sekolah, menjadi pelacur, meningkatnya ketidak percayaan rakyat kepada Pemerintah karena pemerintah asyik memperkaya diri sendiri dan kroni-kroninya dari berbagai orde baik orde lama, orde baru hingga orde reformasi, Gerakan anti pemerintah yang terus mengakar di Indonesia, Isu revolusi, sehingga maraknya terorisme adalah akibat dari kajahatan yang telah tersistemkan Pemerintah, kemudian seruan jihad untuk melawan pemerintah yang menjajah bangsa sendiri, jihad ekonomi melawan kemiskinan terus berkumandang menjadi tema sentral dalam film Stand Van De Sterren ini.

Dahsyatnya lagi adalah setelah mendapatkan penghargaan-penghargaan Internasional kini film tersebut mampu menembus nominasi penghargaan film bergengsi dunia, Piala Oscar Film dokumenter ini masuk nominasi Academy Award kategori film dokumenter panjang. Bagi Sineas Belanda sendiri, Film ini adalah prestasi besar dalam industri perfilman Belanda. Belum pernah ada seorang sineas negeri kincir angin itu lolos nominasi Oscar kategori tersebut. Begitupun untuk Indonesia, karena baru kali ini sebuah film dokumenter bertema keluarga Indonesia masuk ke Piala Oscar.

Film ini sangat menggugah hati, membangkitkan motivasi, Saya suka olahan apik film ini, Apakah Film ini menjadi kebanggaan buat bangsa Indonesia? Film yang mengkritisi aktivitas korupsi pemerintah, kemiskinan dan kesenjangan sosial Bangsa Indonesia akan di tonton rakyat dunia, Membanggakan atau Memalukan menurut Anda? (Rifqi)
info filmnya kunjungi : www.standvandesterren.nl
www.positionamongthestars.com

Beri komentar