Home » Program » Movie Trailer » Mestakung: Tak Ada Yang Tak Mungkin

Mestakung: Tak Ada Yang Tak Mungkin

Semesta mendukung

Palembang – Dalam hidup, tak ada yang tak mungkin. Kalimat inilah yang menjadi inti kisah film Semesta Mendukung arahan John De Rantau. Mizan Production bersama Falcon Pictures mencoba mengangkat sebuah kisah yang terinspirasi dari kesuksesan putra-putri Indonesia yang berhasil mengangkat nama bangsa di dunia internasional lewat berbagai kompetisi olimpiade Fisika.

Film terbaru karya sutradara John De Rantau, Semesta Mendukung(Mestakung) menampilkan sebuah pesan nasionalisme dan kesungguhan hati seorang fisikawan muda yang berjuang dalam sebuah ajang Olimpiade Fisika di Singapura.
“Bisa dibilang seperti itu. Film ini mencoba menampilkan sisi nasionalisme dan kesungguhan hati seorang siswa yang jadi juara Olimpiade Fisika,” kata Produser FilmSemesta Mendukung, Putut Widjanarko, terhubung via ponselnya, Minggu (16/10) pada program movie trailer.

lanjut putut “inspiratif dan nasionalis menjadi gaya film dengan genre keluarga, dengan lokasi syuting antara lain : Madura, betawi dan singapura”. Sekilas sinopsis film Mestakung “semesta mendukung”. Arif (Sayef Muhammad Billah) putra asli Madura ini sebenarnya sangat pandai dalam ilmu Fisika. Namun kegemarannya mengolah sains terganggu dengan keinginan besarnya mencari ibunya yang sudah hampir tujuh tahun meninggalkannya dan ayahnya Muslat (Lukman Sardi).

Bahkan ketika mendapat kesempatan mengikuti perlombaan Fisika tingkat provinsi pun Arif menolak. Selain pihak sekolah yang tidak memberikan dukungan, Arif sepertinya lebih tertarik mengumpulkan uang untuk diberikan kepada pamannya Cak Alul (Sudjiwo Tedjo) yang menjanjikannya mencarikan ibunya yang pergi ke Singapura.

Namun berkat keteguhan ibu guru Tari (Revalina S. Temat) yang mengirimkan sebuah video keberhasilan Arif melakukan percobaan fisika kepada profesor Yohanes Surya (Ferry Salim), kesempatan menemui ibunya pun terbuka. Awalnya Arif sempat menolak walau kompetisi dunia Fisika dilakukan di Singapura, tapi akhirnya ia pun menerima tawaran sang profesor, karena Arif punya kepentingan yaitu mencari Ibunda tercinta.

Keberangkatannya ke Singapura ternyata tidaklah mudah, Arif harus bersaing dengan 11 siswa jenius dari seluruh negeri di Jakarta untuk dapat berangkat dan hanya enam orang dengan peringkat teratas saja yang bisa mewakili Indonesia di Olimpiade Fisika.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kisah Mestakung sangat menginspirasi. Sang sutradara juga berhasil membuat pertemuan Arif dan ibunya (Hermalia Putri) menjadi adegan yang haru dan bisa membuat Anda meneteskan air mata.

Selain menjadi tontonan yang sangat baik untuk anak-anak Anda, film ini setidaknya bisa mengobati rasa kangen Anda dengan akting Indro yang sudah 16 tahun tidak terlihat di layar lebar. Kisah Mestakung siap mengispirasi Anda mulai 20 Oktober 2011.

Beri komentar