Home » Program » Mutiara Pagi » Ciri Mukmin Sejati

Ciri Mukmin Sejati

Mutiara Pagi, edisi 14 Juli 2008 bersama Ust. Drs. H. Muh. Luthfi Izzuddin MA membahas satu topik yang sangat menarik mengenai Ciri Mukmin Sejati. Sebagai umat yang jumlah nya banyak di Indonesia, umat Islam harus tau bagaimana mereka mengenali kaum sesamanya yang dikatakan Mukmin Sejati.

Menurut Ust. Luthfi, ciri seorang mukmin sejati terkandung secara eksplisit dalam surat Al-Hujurat ayat 7. Dari ayat tersebut, ada tiga hal yang dapat dikatakan ciri mukmin sejati yaitu (1) Benci Kekufuran/kekafiran ; (2) benci kepada Kefasikkan/Kerusakkan ; dan (3) benci kepada kemaksiatan/kedurhakaan. Ia mengatakan bahwa ayat ini lah yang sebenarnya (sekarang ini) menjadi tolak ukur mukmin sejati. Jadi, jika seseorang melihat kekufuran maka timbul suatu kebencian daripada nya, maka dapat dikatakan ia sudah memiliki salah satu ciri mukmin sejati itu.

Manusia tidak akan dapat mencapai suatu keimanan secara instant, karena hal tersebut merupakan suatu proses belajar terus menerus hingga akhirnya mencapai suatu titik pencapaian kesempurnaan (iman yang benar). Sebagai seorang manusia, apabila ia ingin mencapai suatu tingkat iman yg sebenarnya maka ia harus memulai dengan proses awal belajar (tau), kemudian menuju tingkat paham, sampai ke tingkat amal, sehingga semakin tinggi pemahaman maka akan semakin baik pula tingkat amalnya. Hal yang tidak kalah penting adalah melakukan dinamika iman, sehingga tidak ada istilah stagnasi keimanan.

” Assalamualaikum. Ust, saya pernah dengar orang yang tidak punya sikap sabar itu tidak beriman, bagaimana maksudnya?” Demikian salah satu SMS pertanyaan yang masuk ke 0811 713 876 dari Amir di Banyuasin. Menurut Ust. Luthfi, sabar (As-sabru) merupakan bagian dari ciri orang mukmin/beriman. Allah berfirman,

Beri komentar