Home » Program » Palembang Food Channel » Referensi Untuk Pencinta Surabi

Referensi Untuk Pencinta Surabi

Surabi atau biasa dikenal dengan serabi. Jajanan pasar yang satu ini sudah cukup jarang dijumpai di kota Palembang, kalaupun ada, hanya pada moment moment tertentu saja, ramadhan misalnya.

Nama Surabi sendiri, cukup dikenal dibeberapa kalangan, kue pasar yang dipanggang dalam wajan batu ini biasa dinikmati dengan kuah gula merah dan parutan kelapa. Beberapa penjual sudah mulai memodifikasi dengan bahan bahan modern.

Liza Sako dan kawan kawan misalnya, ketika di hubungi Trijaya Palembang dalam acara Palembang Food Channel, Sabtu 9 Januari 2010 mengatakan, salah satu ide membuat cafe surabi adalah jarang ditemuinya penjual surabi di kota ini.

“kebetulan kita berempat itu dari bandung, termasuklah si akang nya, iseng iseng ngobrol, akhirnya kita punya ide untuk membuat tempat nongkrong sambil makan surabi.” katanya.

Siapa yang sangka, ide iseng ini disambut gembira oleh masyarakat kota Palembang, baru beberapa minggu saja berdiri, surabi akang ini ramai pembeli. “Kami berusaha untuk mempertahankan rasa asli dan beberapa juga sudah dimodifikasi” tambahnya.

Ada banyak sekali Varian surabi disajikan di Surabi Akang ini, seperti surabi klasik, surabi sosis sampai surabi topping ice cream, tinggal pilih sesuai selera. Harganyapun pas di kantong, 3000-8000 rupiah saja per buahnya.

Kalau anda penasaran, anda bisa langsung datang ke surabi akang, di Jl. Sumpah Pemuda, angkatan 45 Palembang. (dinnaherly)

Beri komentar