Home » Program » Profil Minggu Ini » Heri Wasesa, Staff Saya Ya Sahabat Saya

Heri Wasesa, Staff Saya Ya Sahabat Saya


Menjadi seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan bukan hal yang mudah. Kedudukan tertinggi yang dimiliki bisa saja membuat si pemimpin menjadi arogant, bossy atau semaunya sendiri. Tidak sedikit kita dapati pimpinan yang digunjingkan oleh bawahan karena keegoisannya, tidak banyak pula atasan yang disegani oleh bawahan sampai dengan akhir masa jabatannya.

Untuk sosok pria murah senyum ini, kategori ke dua lebih pas mewakili kepribadiannya di tempat kerja. Heri Wasesa, Branch Manager dari Isuzu Palembang Lahat bertindak sebagai atasan yang juga merupakan sahabat bagi 30 orang lebih staff yang dimilikinya. Terbukti, ketika memenuhi undangan talkshow di Trijaya, Kamis 6 Januari 2010, beliau ditemani oleh 3 staffnya, sementara acara sudah tergolong malam.

Menjadi low profile memang sudah merupakan karakter bawaan dari pria yang memiliki 2 putera ini. “ya.. emang dari sononya begini mbak” ujarnya. Sejak kecil, anak dari pasangan yang berprofesi sebagai pendidik ini dididik dengan kedisiplinan tinggi. “Orang tua saya pendidik, tapi yang menarik saya gak diperbolehkan sekolah ditempat orang tua saya mengajar”. Tapi toh, tidak mempengaruhi semangat berprestasinya. “Semasa sekolah, saya almost juara pertama, selalu juara umum” ujarnya lagi.

Disiplin ini juga yang diterapkan oleh Heri Wasesa di tempat kerja. “Walo kita dekat dengan Pak Heri, tapi semua karyawan segan, karena Bapak kalo marah suka nyindir” terang salah satu staff beliau yang juga diwawancarai oleh Trijaya saat itu. “Apalagi kalo bapak sedang bercerita, kami pasti saling tanya dalam hati, kali ini dalam cerita ini siapa lagi ya yang sedang disinggung bapak”. tambah salah satu staff lainnya.

“setiap pagi, saya memang suka bercerita, menganalogikan sesuatu tanpa bermaksud menyindir siapa siapa. saya malah baru tau malem ini kalo ada yang merasa disindir” klarifikasi pria yang tidak pernah lupa membawa oleh oleh untuk karyawannya setiap melakukan perjalanan ini tertawa.

Ya, menjadi pimpinan tidak harus selalu kaku, apalagi jika yang dipekerjakan adalah sumber daya yang cerdas dengan latar belakang pendidikan tinggi. Pendekatan yang baik akan bisa memudahkan proses komunikasi untuk mencapai tujuan perusahaan tanpa harus mengurangi rasa saling menghormati.

Lalu perbincanganpun ditutup dengan bagi bagi merchandise dari Isuzu (dinnaherly)

Beri komentar