Home » Program » Profil Minggu Ini » Suyajid : Dari Tenaga Honor Hingga Perintis Sekolah

Suyajid : Dari Tenaga Honor Hingga Perintis Sekolah

Suyajid, S.Pd Ditengah Rapat atau Musyawarah (Foto : IST)

PALEMBANG – Konsisten, ulet dan berdedikasi itu gambaran sosok Suyajid, S.Pd tenaga pendidik (guru) di daerah pedalaman Muara Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Puluhan tahun mengabdi sebagai tenaga pendidik atau guru di daerah perairan ini bukan tanpa tantangan tapi penuh dengan tantangan.

Tidak seperti perkotaan yang cepat menyerap teknologi di perairan minim akan teknologi bahkan listrikpun belum lama mengaliri wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, infrastruktur jalan juga menjadi tantangan. Pada musim penghujan becek pada musim kemarau berdebu. “Bersyukur saat ini jalan mulai ada perbaikan sedikit,”ujarnya saat diwawancarai Radio BP Trijaya dan RDI Banyuasin.

Alumunis FKIP Universitas Sriwijaya ini, pernah mengajar diswasta di Kota Palembang sebagai tenaga honor namun tidak alama sekitar dua tahun.

Sejak lulus sebagai PNS (ASN) di Banyuasin ditempatkan sebagai tenaga pengajar di SMA Negeri 1, Cendana, Jalur 14, Muara Sugihan, Sumatera Selatan.

Ketekunannya dan keuletannya berbuah manis, pada tahun 2016 Ia dipercaya oleh pemerintah Kabupaten Banyuasin kala itu untuk menjadi PJ Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Muara Sugihan.

“Saya dipercaya jadi Pj Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Muara Sugihan tanpa gedung, tanpa murid,”katanya sambil tersenyum.

Hal ini karena SMA ini merupakan sekolah yang mau dirintis oleh Pemkab Banyuasin. “Setelah dipercaya, tahun itu juga langsung membuka penerimaan siswa, alhamdulillah langsung tiga kelas,”ujarnya.

Dengan terpaksa para siswa harus menumpang di Sekolah Dasar setempat terlebih dahulu, sambil menunggu pembangunan sekolahnya.

Pada tahun itu juga, pembangunan sekolah dilaksanakan dengan  kelas 3 ruangan ditambah perkantoran dan laboratorium. “Siswa pun gembira dan riang dengan sekolah barunya itu,”terangnya.

Namun ini belum berakhir masalahnya, pada tahun 2017 penerimaan siswa baru, ruangan ternyata kurang karena saat ini siswa keseluruhan ada 6 kelas.

“Ya memanfaatkan ruangan guru dan laboratorium,”ungkapnya.

Menurut Dia, sementara itu solusi yang dilakukan sambil mengajukan penambahan bangunan kepada pemerintah.  “Yang jelas proses belajar, mengajar tidak terganggu,”katanya.

Dia menambahkan proses belajar mengajar saat ini SMA Negeri 2 Muara Sugihan dibantu oleh puluhan tenaga honorer. “Kalo PNS sangat minim disini,”ujarnya,

Pihaknya berharap sekolah yang ia rintis ini bisa maju, bisa gemilang dan terdepan terutama di Kabupaten Banyuasin walaupun usianya masih muda. (FK)

 

Beri komentar