Home » Program » Psycho Family » Ramadhan = Lem

Ramadhan = Lem


PALEMBANG – Dalam psycho family Kamis lalu (19/21), saya bersama dua narasumber dari Sekolah Islam Terpadu Auladi berbincang bincang tentang topik Ramadhan Mengeratkan Keluarga. “Saat ramadhan, kita punya moment, yakni ketika berbuka dan sahur, jadi harus benar dimaksimalkan sebagai ajang untuk berkumpul bersama keluarga,” Ujar Ridwan Yaqub.

Ridwan juga mengatakan bahwa sebaiknya di Ramadhan ini, suami-suami yang biasanya rewel dengan masakan istri, “rewelnya ditahan dulu,” ujar Ridwan. Kalau kita merasa masakan kurang asin, atau ada dirasa bumbu yang kurang pas, sebaiknya disimpan dalam hati, mengingat puasa tidak memungkinkan seseorang untuk mencicipi masakan.

Apalagi bagi pasangan-pasangan muda yang baru menikah, kompromi dan penyesuai diri harus sangat diterapkan. Kalau biasanya makanan disediakan oleh orang tua atau pembantu, karena sudah menikah, harus menyiapkan untuk pasangan. “Kalau istri lagi di dapur menyiapkan sahur, suaminya harus bangun donk, bersama sama menyiapkan santapan,” ujar Pepen Ali.

Sudah selama 11 bulan sepanjang tahun satu keluarga sibuk dengan pekerjaanya masing-masing. Ada yang baik suami atau istri sama sama bekerja sehingga hanya bertemu ketika malam, maka Ramadhan ini digunakan untuk membangun kembali kualitas hubungan. Bisa dengan tarawih bersama, tilawah bersama, dan tentu saja makan bersama. (vira/psycho family)

Beri komentar