Home » Program » Psycho Family » BILA SANG SUAMI TERPIKAT PEREMPUAN LAIN

BILA SANG SUAMI TERPIKAT PEREMPUAN LAIN

Membaca judul tulisan ini tentu bukanlah hal yang menyenangkan. Namun bila hal ini terjadi pada anda, apa yang akan anda lakukan? Marah? Menangis? Putus asa? Ngamuk? Atau malah cari yang lain?

Tidak ada yang mulus dalam menjalani bahtera perkawinan. Hal terburuk bisa saja terjadi termasuk ketika kita mengetahui suami tercinta sedang terlibat asmara dengan orang ketiga. Sedih dan kecewa pasti saja akan menimpa kita, namun apakah hanya sebatas itu respon kita terhadap kejadian seperti ini? Apa yang harus kita lakukan? Mengapa suami kita melakukan hal itu?

Ketika seorang wanita memasuki wilayah pernikahan, ia akan mengalami
perubahan-perubahan dalam hidupnya. Ia tidak hanya menjadi istri, tapi juga akan menjadi ibu. Kelahiran anak pertama, apalagi diikuti dengan kedua,ketiga dan selanjutnya, merupakan peristiwa besar bagi dirinya. Ia yang
mengandung, melahirkan, menyusui dan merawat anak-anak tersebut.
Kedekatannya dengan anak-anak bisa membuat perhatiannya teralihkan dari
hubungan suami istri.

Ketika istri memusatkan perhatiannya pada anak, suami tidak bisa menyalahkan
istrinya dan ia pun tidak bisa menyalahkan dirinya sendiri. Hal ini terjadi karena
Masyarakat, termasuk suami, beranggapan bahwa anak adalah yang terpenting.

Padahal kebutuhan suami tetap ada. Dan ketika perhatian itu teralihkan di situ akan ada wilayah kosong yang tidak tergarap sementara setiap hari suami-suami akan bertemu dengan banyak hal yang menarik termasuk akan bertemu dengan perempuan-perempuan di luar sana yang kadang begitu mudah bisa menawarkan sesuatu yang sempat terlupakan oleh istri. Disaat sang suami terlupakan, bukan tidak mungkin mereka mengambil ’penawaran’ yang diberikan oleh perempuan yang secara kualitas mungkin jauh dibawah sang istri.

Godaan bisa datang kapan saja, sehingga penguatan benteng keluarga harus selalu dilakukan. Faktor keimanan adalah poin penting yang harus diperkuat oleh sang suami karena inilah yang bisa menjadi tameng agar dapat menangkall semua ’penawaran’ yang datang.

Selain itu komunikasi yang intens antara suami istri haruslah tetap dibangun. Sehingga jika ada persoalan atau kekurangan yang terjadi dapat segera dicarikan jalan keluar dan dapat segera dipecahkan. (Dedi)

Beri komentar