Home » Program » Psycho Family » Dampak Membanding-bandingkan Anak

Dampak Membanding-bandingkan Anak

Hati-hati bagi para orangtua yang sering membanding-bandingkan anak nya tanpa disadari itu akan merusak pribadi si anak, anak kita akan menjadi pribadi yang ragu-ragu dan tak punya pendirian. Sering kita dengar, seorang ayah atau ibu membangga-banggakan anak yang satu dan menjelekkan anak yang lain. Misal, “Kakak, kok, nggak seperti Adek, sih? Contoh, tuh, Adek, kalau dikasih tahu selalu nurut , tidak seperti Kakak, ngelawan terus.”; atau, “Wah, Kakak hebat, lho, juara kelas lagi, tidak seperti Adek, kalau belajar males jd ga rangking melulu. Ikut lomba cerdas cermat aja ga berani.”

Padahal, dengan membanding-bandingkan, dikatakan mba Yanti Yulianti, SE di Psyco Family (16/2) kemarin , berarti orang tua tak melihat sosok si anak secara utuh. Harus nya orang tua menggali potensi si anak dan memberikan suport semaksimal mungkin, agar si anak merasa nyaman. Jadi, kalau mau membandingkan, ya, bandingkan dengan kemampuan diri si anak sendiri. Jangan pernah di luar jangkauan itu, Sama sekali tidak adil bila dilakukan, karena sejatinya kita yang sudah dewasa pun merasa risih ketika dibanding-bandingkan dengan orang lain.

Maka dari itu bagi para orang tua harus tahu apa dampak dari membanding-bandingkan ini yakni 1. Anak menjadi tidak percaya Orang tua, 2. Akan ada persaingan tidak sehat dari si anak, 3. Si anak akan menjadi pembohong, karena selalu dituntut yang baik-baik oleh orang tua nya. Jadi mulai sekarang marilah kita menjaga perasaan buah hati kita. (Deddy)

Beri komentar