Home » Program » Sastra On Trijaya » Balada Seorang Pensiun

Balada Seorang Pensiun


Balada Seorang Pensiun
Oleh : Ribut Achwandi

siang bolong
sepatu bodong
berkaos oblong
laki-laki tua berjalan gontai
baju korpri bekas tergolek lunglai
di atas pundak yang tak lagi perkasa
ia seperti habis pulang kembali
dari medan kuruksetra
peperangan antarsaudara
yang mengikis darah
habis sudah
senjata disimpannya
di saku tinggal kenangan
lembaran foto
potretnya bersama pejabat kota
tak pernah jua luntur
diselipkannya dalam dompet
yang tinggal berisi uang pensiun
dipandanginya langit
lalu menunjuklah ia
lantang ia berkata:

‘Tuhan, kenapa kau ciptakan waktu
sementara kau sendiri
terbebas darinya
habis kini mimpi
terseret arus waktu
aku terseok dalam selokan
berjejal dalam tumpukan sampah
sisa usia yang tak berguna’

lantas,
dipandanginya potret berseragam
lengkap dengan tempelan di pundak dan dadanya
lencana kehormatan
serta segerompol pangkat yang hilang kini

lelaki tua kian gontai
di bawah matahari
ia terpanggang
selebaran kertas koran ia pungut
kian terbakar ia

berita hari ini,
lagi seorang pejabat korup tertangkap basah
tengah bermain perempuan di kamar hotel melati
aparat menangkapnya
ketika teriakan terakhir seusai bercumbu
dengan diselingi lenguh perempuan
yang bagai kerbau sawah
esok hari
katanya, segera ia akan digelandang
di kandang tempat para pecundang
dengan menyandang status tersangka

lelaki tua naik pitam
dirobek-robek cuilan koran
diceburkannya dalam comberan

‘Tuhan, tidak cukupkah kau hukum aku
lelaki tua yang ditinggalkan zaman
terkatung nasibnya pada seragam kumal
lelaki tua yang dikhianati waktu
yang hanya mampu menciptakan peta kematian
dan menggali kuburnya sendiri’

ya, zaman memang telah mengajarinya banyak hal
zaman telah mengajari tentang bagaimana mati dengan mulia
zaman telah mengajari tentang bagaimana mati terpuji
zaman telah mengajari tentang bagaimana mati tanpa cela
zaman telah mengajari tentang bagaimana mati yang tenang
zaman telah mengajari tentang bagaimana mati yang benar-benar mati

Tuhan tak pernah pensiun

BIODATA PENGIRIM
Nama : Ribut Achwandi
Tempat Lahir : Pekalongan
Tanggal Lahir : 28 Agustus 1980
Alamat : Landungsari Gg. 19 RT. 02/RW. VI No. 28 Pekalongan
Kode Pos : 51129
No. Hp : 081575608325
Alamat email : kigeger@yahoo.com

Beri komentar