Home » Program » Sastra On Trijaya » Topo Obong

Topo Obong


Topo Obong

(Tribute for Sondang Hutagalung)

Oleh : Marlin Dinamikanto

kecipak banyu membakar sepi belantara kota
persis, di pinggiran gulung kawat baja menajam
kau tulis pesan, dengan jasadmu
menyanding petir, byarpet menggema
menyondang harapan, citacita
berkemas nyaring
menyeru
loronglorong penghempasan

trisakti semanggi culik cak munir
pun jejak tragedi sebelumnya
tinggalkan luka mendalam
pun dibiarkan kesepian
dalam bilik sejarah muram

jejak samsara kau lalui
topo obong
persis di pintu gerbang
pusat kendali nasib yang selama ini
hanya tertulis dalam angka
pun tragedy
dibiarkan lumutan
dalam bilik sejarah muram

tekadmu itu
menyondang nurani terdalam
arti sebuah jasad
pergi dengan citacita

sungguh pun, hujan menderas sepanjang sore
belantara kota tetap acuh
menyimpan jejakjejak tragedi
pun tanpa suara
selain jasad gosong terkulai
sebelum akhirnya
tuntas pukul tujuhbelas empatlima

di dahan rapuh itu, bersemayamkah rohmu
membakar tapak-tapak peradaban
yang melupakan arti
hidup dan penghidupan

Jakarta, 27 Desember 2011

Beri komentar