Home » Program » Special Talkshow » Kondom Alternatif Pencegahan HIV

Kondom Alternatif Pencegahan HIV

Palembang- Bentuk sosialisasi penggunaan kondom untuk mencegah penyebaran HIV dan AIDS dinilai Amirul Husni, S.H (Dir PKBI SUMSEL) dan Manto,S.H (Sriwijaya Peduli HIV/AIDS) perlu dilakukan.

Kondom

“Bentuk sosialisasi yang dilakukan pemerintah dan aktivis HIV/AIDS diantaranya penggunaan kondom untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS,” ujarnya. Ditambah lagi sekarang sudah ada kondom untuk perempuan, membuat perempuan tidak perlu lagi merasa sungkan untuk menggunakan kondom, bila pasangan mereka enggan untuk menggunakannya.

Menurut Amirul, Kondom perempuan ini belum banyak beredar dipasaran ketimbang kondom yang dipakai oleh laki-laki. Bila kondom untuk laki-laki banyak macamnya mulai ukuran, tampilan dan baunya sementara kondom perempuan masih sangat terbatas dan pilihannya tidak banyak.

Masih terbatasnya kondom perempuan bisa jadi terkait dengan masih adanya pro dan kontra tentang penggunaan kondom pada perempuan terutama pada aktivis penanggulangan HIV/AIDS yang berbasis gender.

Pro dan kontra tersebut berakar pada pandangan bahwa perempuan secara budaya masih berada pada pihak yang dirugikan. Misalnya, dalam pengaturan kelahiran, kebanyakan upaya pencegahannya diterapkan pada perempuan. Terutama berkaitan dengan kontrasepsi hormonal seperti pil, susuk, suntik dan kontrasepsi IUD, spiral semuanya dipakaikan pada perempuan. Semua efek sampingnya juga dirasakan oleh pihak perempuan. Padahal pengaturan itu merupakan tujuan bersama antara laki-laki dan perempuan.

Namun demikian, banyak dari masyarakat yang mengatakan bahwa penggunaan kondom malah dinilai kurang efektif dalam rengka pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS dan kehamilan, karena penggunaan kondom itu sendiri tidak 100% aman. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tingkat kebocoran kondom mencapai 30% dan virus HIV yang hanya berdiameter 1/250 mikron dapat dengan leluasa menembus pori-pori kondom yang umumnya berbahan lateks dengan diameter pori-pori 1/60 mikron.

Dalam kondisi ini korban HIV/ AIDS terus meningkat, dan dibutuhkan strategi serta pendekatan yang tepat kepada semua pihak agar persoalan ini menjadi persoalan bersama dan melakukan upaya penanggulangganya secara bersama-sama pula.

Memaksimalkan sosialisasi pencegahan penularan HIV & AIDS dengan pendekatan tidak berhubungan seks sebelum menikah, setia dengan satu pasangan dan menggunakan kondom untuk pihak laki-lakinya. Jika pun terpaksa, kondom bisa menjadi alternatif terakhir. (Tami Tarly)

Beri komentar