Home » Program » Spirit of Ramadhan » Menjemput Kematian Khusnul Khotimah

Menjemput Kematian Khusnul Khotimah

Semua yang bernyawa pasti akan kembali ke fitrahnya, Allah SWT sang pencipta. Tentu saja pada saat itu kita mulai harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah kita perbuat selama hidup di dunia. Amalan ditimbang, sebelum nanti diputuskan apakah surga atau neraka yang menjadi tempat yang kekal untuk kita.

Kematian sudah dituliskan, dan dalam keadaan seperti apa nantinya kita meninggal dunia juga sudah ada takdirnya. “Hanya saja, smua bisa berubah dengan berdoa, meminta kepada sang pencipta. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT”. Demikian disampaikan oleh Ustd Solihin dari LAZDA DSIM dalam Spirit Of Ramadhan edisi Rabu, 17 Agustus 2011, kemarin. “Itulah sebabnya banyak sekali orang yang berdoa minta dipanjangkan umurnya, dimudahkan sakratul mautnya” tambahnya lagi.

Menyedihkan memang ketika kita mendapati seseorang yang meninggal dengan sakit yang luar biasa, atau di tempat tempat maksiat. “Ada yang sedang berjudi, mencuri, berzinah. Naudzubillah. Orang orang seperti ini, kemungkinan besar tempatnya nanti adalah di neraka.” ujar ustadz Solihin.

Keadaan berbeda yang sangat diharapkan oleh semua umat muslim. Khusnul Khotimah. Meninggal di jalan Allah SWT dan mendapatkan surga atau setidaknya meninggal dalam keadaan taubatan nasuha. “Seringkan kita lihat orang yang meninggal di masjid, sedang naik haji. atau sakratul mautnya tidak menahan sakit yang luar biasa. Atau seenggaknya meninggal dengan melafadzkan La Illahaillaullah, Muhammadarrasulullah. Dua kalimat ini sepertinya mudah, tapi tidak semua org yang sedang menjelang ajal bisa melafadzkannya dengan benar.” tambah ustd Solihin.

Menjemput kematian yang khusnul khotimah sebenarnya harus kita lakukan dari sekarang, mengingat tidak ada seorangpun yang tau kapan kematian itu datang kepadanya. Bertaubatlah dan perbanyak ibadah serta kegiatan kegiatan di jalan Allah SWT. Lafadzkan dzikir sehingga mulut dan lidah kita menjadi terbiasa. Berhenti mendatangi tempat tempat maksiat dan jauhkan diri dari kegiatan2 yang dilarang oleh Allah SWT, mengingat ajal kita bisa saja terjadi disaat yang tidak pernah kita duga. “Bagaimana, diman dan seperti apa keadaan ketika kita meninggal dunia, bisa menjadi gambaran amalan serta imbalan yang akan diberikan Allah SWT di akhirat kelak” tutup ustd Solihin (dinnaherly)

Beri komentar