Home » Program » T-Lifestyle » Nyasar Profesi - Trijaya FM Palembang

Nyasar Profesi

PALEMBANG(19/01) – Hampir selalu bisa ditemukan di lingkungan kerja kita mereka yang memiliki profesi yang tidak sinkron dengan disiplin ilmu yang ditimba di bangku kuliah. Pasti kita punya setidaknya satu teman yang ‘nyasar’. Lulusan ekonomi yang jadi wartawan, lulusan hukum yang bekerja di bank, atau lulusan MIPA yang jadi public relation di hotel (i have one anyway 🙂 )

Menurut Novian Pranata,

Novian Pranata, Psikolog.

Novian Pranata, Psikolog.

seorang psikolog, ketidaksinkronan yang ada muncul karena sistem di Indonesia memberikan celah untuk itu. “Kita tidak diajarkan tentang spesifikasi,”. Pelajar di Indonesia belajar Biologi dari tingkat dasar sampai tingkat atas padahal mungkin ia tertarik pada musik, sehingga akhirnya pendidikan di Indonesia menghasilkan mediocre, alias pintar setengah-setengah.

Namun, dilanjutkan oleh Novian, bahwa hal tersebut tidak selalu salah. “Saya punya temen lulusan ITB yang jadi wartawan, katanya sih, ITB itu Institut FlesiBel,” ujarnya berseloroh. Trijaya juga berbincang dengan Arief, yang merupakan sarjana Farmasi ITB yang malah saat ini memilih profesi sebagai musisi.

Arief, (kiri) bersama rekan-rekan satu profesi

Arief, (kiri) bersama rekan-rekan satu profesi

“Saya sudah main musik sejak SMA, waktu lulus kuliah, sayangnya saya tidak menemukan sekolah musik yang bagus seperti di luar negri, sementara kalau kuliah di luar negri, biayanya mahal, jadi ya saya ikut UMPTN lalu lulus di Farmasi ITB,” Ujar Arief yang saat ini berprofesi sebagai pemain bass.

Novian, yang merupakan ketua Himpsi, mengatakan bahwa tak ada yang salah dengan ‘kenyasaran’ yang terjadi saat ini, asalkan memang bekerja dengan baik. Hal ini juga disepakati oleh Arief. Ia mengatakan bahwa tidak ada salahnya dengan ‘salah jurusan’. “Tentu sebelum kita bekerja, akan ada assessment,”. Pemain bass yang juga bermain saxophone ini mengatakan bahwa kepentingan memegang ijazah SI lah yang penting. “Yang penting saya sarjana, mau dipakai atau tidak ijazah saya itu, yang penting saya ngak dipandang inferior di komunitas,” ujarnya. (Vira/T Life style)

Beri komentar