Home » Program » Travelling » Menjelajahi Sungai Musi - Trijaya FM Palembang

Menjelajahi Sungai Musi

Sungai Musi, ternama di Indonesia. Sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat palembang ini dibelah oleh Jembatan bersejarah yang sudah sejak lama dijadikan sebagai tujuan Wisata. Gemerlap lampu malam yang membingkai jembatan membuat banyak wisatawan berbondong bondong datang untuk menikmati keindahan kota Palembang.

Dalam program travelling edisi Jum’at 12 Feb 2010 bersama dengan Iwan, seorang Tour Guide dari himpunan Pramuwisata Indonesia Sumsel, Trijaya Sumsel menguak sisi lain dan potensi potensi wisata yang sedang dikembangkan di sekitar sungai musi.

Perjalanan di mulai dari jembatan Ampera, Jembatan tua bersejarah yang sempat diisukan akan roboh ini masih berdiri kokoh dan menjadi symbol kota empek empek. “sudah ada penelitian yang mengatakan, jembatan ini masih akan bertahan lebih dari 50tahun lagi” ujar Iwan. Dari bawah jembatan Ampera, wisatawan dapat menyaksikan aktivitas di sungai musi lebih dekat, mulai dari perahu getek, sampai dengan rumah rakit.

“Rumah rakit ini menurut sejarah memang sengaja di buat terapung oleh penguasa belanda, dengan dalih apabila nantinya ada pengikut2 yang menempati rumah itu  membangkang, maka tali pengait rumah dengan daratan bisa dengan mudah dilepas dan si pembangkang hanyut” tambahnya.

Benteng Kuto Besak juga tidak luput dari sorotan. Benteng yang dibangun oleh pribumi dan satu satunya benteng  yang masih berdiri kokoh ini, konon kabarnya hanya di rekatkan dengan menggunakan putih telur. Masih banyak lagi yang bisa digali dari lingkungan sekitar sungai musi. Aktifitas alami yang masih dijadkan tradisi oleh penduduk sekitar sungai, sperti mandi dan mencuci juga menarik untuk diamati oleh para wisatawan.

30 menit lebih kurang perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan perahu getek, wisatawan bisa mengunjungi Pulau Kemarau.  Gundukan tanah ditengah tengah sungai musi ini juga sangat sering dikunjungi oleh para wisawatan khususnya warga Tionghoa sebagai tempat beribadah.

“Ketika Imlek atau Cap Go Meh, pasti ramai. Karena disini ada Altar tempat bersembahnyang” jelas Iwan.

Untuk para wisatawan, mereka bisa mencoba mengukur peruntungan dengan menggunakan Tongkat panjang Umur. Ada juga Pohon Cinta, dipercaya tidak boleh didatangi oleh sepasang kekasih, karena hubungan mereka akan terancam putus. “tapi nyatanya, malah banyak pasangan kekasih yang mengukirkan namanya di pohon cinta, hehehe” canda iwan.

Apapun objek dan jenis wisatanya, Kota Palembang, Sungai musi dan sekitarnya memang menarik untuk dikunjungi. Jangan lupa ajak serta juga keluarga atau orang yang mengerti sejarah tentang objek wisata yang dikunjungi. Berwisata sambil mendengarkan cerita pasti akan lebih menyenangkan. (dinnaherly)

Beri komentar