Home » Program » Tuesday Dialogue » Bulog Sumsel Tidak Akan Impor Beras Tahun Ini

Bulog Sumsel Tidak Akan Impor Beras Tahun Ini

Palembang – Pada tahun ini Badan Urusan Logostik (Bulok) Divisi Regional Sumsel tidak akan melakukan impor beras guna mencukupi kebutuhan beras di Sumsel.

Beras Di Gudang Bulog

Kepala Bulog Sumsel Bambang Napitupulu menyatakan saat ini stok beras yang berada di gudang telah mencukupi kebutuhan masyarakat sumsel selama delapan bulan kedepan.

Dia mengatakan, jumlah stok beras yang ada telah mencapai 63 ribu ton beras dan diperkirakan akan bertambah, karena penyerapan belum dilakukan secara penuh oleh pihaknya di berbagai daerah penghasil beras yang ada di sumsel.

Untuk meningkatkan hasil produksi beras di sumsel tersebut, pihak bulog telah membentuk suatu program berasal dari hulu yakni on farm. Dalam program ini seluas 1000 hektar lahan sawah dibangun di Jalur Delapan, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin.

Para petani yang terlibat dalam pengelolaan sawah tersebut, akan diberikan fasilitas, diantaranya melalui kredit ketahanan pangan yang dikucurkan oleh Bank BRI.

Terkait dengan adanya revisi pengadaan beras dari target awal tahun ini sebesar 135 ribu ton dan diubah menjadi 74 ribu ton, Bambang mengatakan, revisi pengadaan tersebut tidak mempengaruhi kebutuhan beras di Sumsel.

Terjadinya perubahan tersebut, dikarenakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melarang petani menjual hasil panennya kepada pihak lain. “Sebelumnya target awal 135 ton itu kita tetapkan karena sumsel merupakan provinsi ke enam penyumbang surplus beras di Indonesia. Namun, kerena kita tidak bisa membatasi keluarnya beras hasil produksi, jadi kita ubah targetnya menjadi 74 ribu ton,” bebernya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Yusri Effendi, mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan di Provinsi Sumsel, pihaknya telah membentuk Pokja ketahanan pangan, yang bertugas melakukan kerjsama dengan pihak-pihak terkait.

“Kita sudah bentuk pokja dan akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti BUMN, Bulog, dan PTN-PTS. dimana intinya kita berusaha untuk mencapai target-target ketahanan pangan yang telah dicanangkan,” pungkasnya. (Gufron)

Beri komentar